[Oneshot]Don’t say Good Bye

New Picture (1)

Title                 : Don’t say  Good bye

Author           : Park Hana

Cast                : Kim Heechul, Kris , Jung Sooyeon (Jesica), Kim Taeyon ( Taeyon)

Genre             : Sad, Angst.

Length           : One shoot

Rating               : 13+

Disclaimer     : Don’t  be plagiator

 

Cerita ini Terinspirasi dari drama 49 hari

Don’t say good bye

“Cinta itu tak selamanya akan berakhir happy ending” kata-kata itu adalah suatu hal yang tidak ingin dialami oleh semua orang, tapi tak selamanya orang yang saling mencintai akan bisa bersama.  Kadang karena suatu hal dua orang yang saling mencintai harus menjalani hidup mereka masing-masing  dan mengubur cinta mereka”.

Seorang pria kini sedang memandang pilu seorang gadis yang sedang berbaring disebuah ranjang dengan tangan diikat. Tatapan gadis itu kosong, wajah cantikpun terlihat sangat pucat. Tak ada kata-kata yang keluar dari bibir kecilnya, hanya seburat kesedihan yang terlihat dari matanya.

“Sudahlah, ini sudah menjadi takdirmu! !” ucap salah seorang pria lain yang berpakaian hitam-hitam dan sangat rapi. Pria itu pun menepuk-nepuk bahu pria tersebut.

“Apa orang itu bisa membuatnya melihatku dan mendengarku walaupun itu hanya saekali?” Tanya pria itu dengan wajah sendu.

“Tentu saja! Percayalah padaku! ! ” jawab pria satunya lagi meyakinkan, lalu pria itu mengangguk dan kini dimatanya terbersit sebuah keyakinan.

Kris POV

Aku benar-benar tak bisa bayangkan kalau semua impian yang sudah aku bangun selama ini akan hancur karena kecelakaan itu, kecelakaan yang merenggut nyawaku tepat sehari sebelum aku melangsungkan pernikahan.

Aku memang sudah meninggal bahkan jasadku sudah dimakamkan, tapi aku tak tahu kenapa aku belum bisa pergi dari dunia ini? Apa mungkin karena  Taeyon masih belum merelakanku?  Taeyon atau Kim Taeyon, gadis yang sekarang sedang berbaring di sebuah ranjang dengan tatapan kosong adalah calon istriku.

Taeyon gadis yang aku cintai ini tampaknya sangat terpukul akan kematianku, ini sudah 2 hari sejak kejadiaan naas itu.  Taeyon yang mengetahui aku meninggal saat kejadian langsung pingsan dan saat dia terbangun dia sudah seperti ini. Dia tak mau makan, tak mau minum dan tak mau berbicara. Saat dia menangis bukan jeritan, isakan atau keluhan yang keluar tapi dia hanya terdiam dengan tatapan kosong dan air mata yang keluar begitu saja. Wajahnya selalu tanpa ekspresi seperti ini, dan inilah yang membuatku sedih dan masih belum bisa meninggalkannya.

Dan pria yang ada disebelahku sekarang adalah seorang malaikat kematian atau death reaper. Semula aku kira dia akan mengajakku pergi dari dunia ini, tapi ternyata salah karena dia bilang ini belum waktunya aku pergi. Semua ini dikarenakan aku yang masih berat meninggalkan  Taeyon dan begitupun sebaliknya. Jadi dia menyuruhku untuk membuat  Taeyon merelakan kepergianku agar aku bisa pergi dengan tenang.

“Taeyon-ah aku mohon kau jangan begini” aku hendak mengusap kepalanya tapi aku selalu tak bisa, karena tanganku selalu menembus. Ingin sekali aku memeluknya tapi aku tak bisa. Aku benar-benar menyesal karena sewaktu aku masih bisa memaluknya aku tak pernah memeluknya.

****

Aku sekarang sedang mencari seseorang, karena menurut  death reaper disebelahku ini atau yang biasa  dipanggil heenim ini, ada seorang yang bisa membantuku.

“itu dia” tunjuk heenim

Aku segera berjalan hendak menghampirinya. Namun saat aku sadar heenim tak mengikutiku lalu aku menoleh kearahnya “ kau tak mau ikut?” tanyaku

Dia kemudian melihat jam tangannya “Ini sudah waktunya aku menikmati duniaku, jadi kau urus saja urusanmu sendiri” katanya sambil mengipas-ngipaskan tangannya.

Aku hanya mendengus “Kau mau kemana? bukannya kau ditugaskan untuk membanatuku?” kataku kesal

“Aigoo….. klien ku itu bukan hanya kau jadi aku tak bisa terus denganmu, jadi aku perlu membebaskan pikiranku sejenak dari tugas-tugas ini” jawabnya dan berhasil membuatku melongo …..o.O

“Kalau kau butuh aku, panggil saja  heenim yang tampan  dan aku akan segera datang ! ! sudah yah annyeong.” Kemudian dia mulai mengeluarkan sayapnya dan terbang meninggalkanku yang masih melongo karena ucapannya itu.

“Mwo?apa tadi katanya? Heenim malaikat tampan? Bahkan dia lebih cocok disebut cantik dibanding tampan” cibirku dan tiba-tiba

Pletak~~~

“Aku mendengar ucapanmu, jadi jangan sekali-kali mengatai heenim yang tampan. Aku sungguh terkejut karena makhluk yang mengaku death reaper ini sudah berada di belakngku bahkan berani memukul kepalaku. Tapi tunggu apa ini, dia sudah berganti kostum dan tak memakai baju hitam tadi lagi karena sekarang dia memakai jas berwarna pink dengan kaos dan celana putih dan memakai kacamata hitam. Aku hanya bisa menatapnya takjub ==”

“Wae? Aku tahu aku tampan tapi aku masih normal. Aku tak suka laki-laki apalagi arwah sepertimu” katanya dan aku hanya bisa mengerutkan dahiku.

“PERGI SANA TEMUI ORANG ITU  ATAU KAU TAKAN PERNAH BISA DILIHAT OLEH TUNANGANMU ITU! DAN INGAT WAKTUMU TINGGAL 5 HARI !!!” teriakannya sungguh memekakan telingaku, dia ternyata menyebalkan. Diwajah femininnya itu ternyata ada wajah setan.

Aku segera berlari menjauhi death reaper menyebalkan itu dan kini aku sudah berada ditempat orang yang dikatakan heenim  bisa membantuku.

Aku mendekatinya dengan penuh kebingungan karena makhluk sialan itu tak memberitahuku bagaimana cara meminta bantuan orang ini. Jangankan meminta bantuan, dilihat dan didengar manusiapun aku tak bisa. Makhluk itu memang membingungkan.

“Pergi dari sini! ! ! !” aku terlojak dan melihat kesekelilingku tapi tak ada seorangpun diruangan ini kecuali aku dan orang ini. “Kau berbicara denganku?” tanyaku sambil menunjuk diri sendiri. Tapi dia tak menjawab apapun dan sekarang seorang pengunjung datang, ya orang ini bekerja jadi seorang kasir disebuah mini market.

Aku terus saja menunggu sampai jam kerjanya habis, dan setelah satu jam menunggu akhirnya jam kerja orang ini habis. Dia bersiap untuk pulang, jadi aku putuskan untuk mengikutinya.

Aku terus mengikutinya dan sekarang aku sudah sampai disebuah rumah ah lebih tepatnya sebuah kamar, karena hanya ada satu ruangan disini dan ditambah kamar mandi tentunya.

“Pergi dari sini, aku mau ganti baju dan jangan ikuti aku lagi” aku langsung mendekatinya saat mendengar kata-katanya.

‘Kau bisa melihatku agasshi?” tanyaku heran

Dia hanya menghela napas panjang dan membalikan badannya lalu menatapku “Neo! ! KA(pergi)! ! !” matanya benar-benar menakutkan saat menatapku.

Aku segera berlutut dihadapannya “Agasshi aku mohon bantu aku, aku benar-benar butuh bantuanmu. Karena kata heenim hanya kau yang bisa membantuku” aku benar-benar sampai merendahkan diri dihadapannya, dan ini adalah hal yang tak pernah aku lakukan seumur hidupku.

“Jadi makhluk itu yang menyuruhmu mendatangiku?” kini orang itu melipat tangannya. Aku benar-benar bingung dengan perkataan wanita dihadapanku ini.

“Jadi kau kenal dengan heenim ?” tanyaku polos namun kemudian raut kesal terlihat di wajahnya dan  sekarang wanita ini menatapku tajam.

“YAK! KATAKAN PADA MAKHLUK MENYABALKAN ITU KALAU AKU TAK MAU MEMBANTUMU DAN BILANG PADANYA JANGAN MENGANGGUKU LAGI!!!!!!!!!!” aigoo kenapa aku merasa mereka benar-benar mirip dan teriakan mereka sama kencangnya dan hampir merusak gendang telingaku.

“Tap….”

“TIDAK ADA KATA TAPI, PERGI DARI HADAPANKU SEKARANG…., APA KAU TIDAK DENGAR HAH  SEKARANG!!!!!!” dia menekankan pada kata sekarang. Wanita itu kemudian menariku keluar ah lebih tepatnya menendangku, Lalu membating pintu dengan keras.

“Aigoo dia galak sekali” aku benar-benar kaget karena baru kali ini aku diusir dengan kejam seperti pengemis. Aku langsung memanggil heenim  dengan kalimat yang dia katakan tadi, tapi sepertinya aku agak susah mengucapkan kata-kata laknat itu.

“Aigoo kenapa ini sangat susah sekali” teriakku frustasi. Namun aku teringat keadaan Taeyon, dan entah dari mana keberanianku muncul untuk mengatakan kata yang menjijikan itu.

“Heenim yang tampan!!!!!!!!” teriakku

Namun sosok yang aku panggil tidak datang juga, aku mencoba lagi bahkan sampai 10 kali tapi makhluk menyebalkan itu tak datang juga. Aku benar-benar kesal. “Dasar makhluk menyebalkan pria bewajah cantik dan sangat menggelikan! ! !”  DINGDONG tidak perlu waktu lama dan makhluk menyebalkan itu sudah berada dihadapanku dengan wajah yang murka, dan sekarang aku hanya bisa menelan ludahku melihat sorot matanya. Apakah aku akan masuk neraka karena menghinanya? Mollayo! !.

“YAK! YAK! APA YANG KAU KATAKAN TADI HAH? AKU PRIA BERWAJAH CANTIK DAN MENYEBALKAN? “ tanyanya masih  dengan wajah murka, bahkan wajahnya lebih menakutkan dari wajah gumiho yang kelaparan.

Aku hanya bisa menelan ludah sambil berharap ada seseorang yang menolongku, kemudian

Brak~~~~~~~~~

“YAK KALIAN BERDUA BISA TIDAK JIKA TIDAK MENGANGGUKU HAH? ENYAH KALIAN DARI SINI! ! ! ! !”

Aku dan heenim hanya bisa membulatkan mata kaget saat wanita itu tiba-tiba menendang pintu dan memarahi kami.

“Kajja” ajak heenim sambil mengeluarkan sayapnya dan mengajakku terbang.

“Pegangan yang kuat! !” perintahnya dan aku hanya mengangguk.

Kris POV END

 

“Kenapa dia selalu membuat masalah denganku? Apa yang dia inginkan sebenarnya? Tak cukupkah dia  membuatku frustasi selama ini?” batin wanita yang tak lain adalah orang yang dimintai pertolongan oleh Kris tadi.

“Dasar mnyebalkan ! ! !” teriaknya sambil mengacak-ngacak rambutnya dan kini air matanya terjatuh lagi “aku benci kau kim heechul! ! !” teriaknya sambil melempar gelas  yang dia pegang ke sembarang tempat.

Ditempat lain sekarang Kris dan Heenim sedang duduk sambil melihat kearah langit, tak ada obrolan diantara mereka karena mereka terlalu sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.

Sudah sekitar satu jam mereka disitu sampai Kris merasa kesal karena waktunya yang tersisa hanya sedikit dan akhirnya dia putuskan untuk membuka pembicaraan.

“Heenim bagaimana ini? Wanita itu tak mau membantuku?berarti aku takkan bisa berbicara pada hyemi?” heenim hanya menghela napas panjang lalu memandang Kris, tapi Kris merasa kali ini sorot matanya berbeda seperti biasanya. Sorot mata yang di tunjukan heenim sekarang seperti  sorot mata yang menyiratkan kesedihan.

Tanpa menjawab heenim lalu menepuk-nepuk bahu Kris “Tenanglah dia pasti akan membantumu” senyum heenim pun menghiasi kata-katanya barusan, tapi Kris masih merasakan sesuatu yang aneh dari heenim.

“Ayo kita kerumah sakit lagi, kau pasti merindukan Taeyon!” Kris merasa firasatnya benar, dan pasti ada hubungannya dengan wanita itu karena sebelum wanita itu menggebrak pintu tadi, heenim masih biasa saja. “Ne kajja”  Kris mengiyakan ajakan heenim dan merekapun pergi dari tempat itu. dan muncul pertanyaan-pertanyaan tentang heenim dan wanita tadi dikepala Kris.

Sekarang mereka sudah sampai diruangan tempat  Taeyondi rawat  “Taeyon-ah aku datang” Kris tersenyum sambil seolah bisa memagang rambut  Taeyon yang sedang tertidur.

“Bahkan kau masih terlihat cantik saat kau tertidur Taeyon-ah! !” Kris terus memandangi  Taeyon dengan tatapan penuh kerinduan dan cinta tanpa dia sadari seseorang yang datang bersamanya tadi sedang menatap sendu mereka bahkan sedang menahan air matanya.

“Hei, aku pergi dulu” pamit heenim yang sudah  memunggungi Kris.

“Mau kemana?”  Tanya Kris  heran
“Bukan urusanmu! !” jawab heenim ketus dan hanya ditanggapi helaan napas oleh Kris.

Kris POV

Keesokan malamnya  aku mencoba mencari wanita itu lagi, dan siapa tahu dia akan merubah pendiriannya.

Aku terus menunggu didepan pintu rumahnya sampai akhirnya dia muncul dan aku tak menyia-nyiakan kesempatan ini.

“Agasshi tolonglah aku, heenim bilang hanya kau yang bisa menolongku!!” rengekku tapi dia tidak menggubrisku, bahkan dia bersikap  seakan dia tidak mendengarku dan tidak melihatku.

Akupun mengikutinya masuk kerumahnya, sekarang dia duduk ditempat tidurnya lalu membaringkan tubuhnya dan menarik selimutnya lalu menutup seluruh tubuhnya dengan selimut tersebut.

Aku hanya bisa terdiam menatap wanita itu, lalu aku duduk menyandar ketembok sambil memeluk kakiku.

“Agasshi aku tak tahu kenapa heenim bilang kau bisa menolongku dan aku tak tahu kenapa kau yang disebut bisa menolongku, tapi aku mohon tolonglah aku. Apa kau tahu aku meninggal sehari sebelum upacara pernikahanku” walaupun dia bersikap seperti itu tapi aku yakin dia belum tidur dan masih bisa  mendengarku.

“Aku selalu membuatnya menungguku dan selalu membuatnya seperti seorang wanita yang tidak memperoleh cinta dari laki-laki yang dia cintai. Dia selalu sabar saat aku tak bisa menemaninya saat dia membutuhkanku, tapi dia selalu ada saat aku membutuhkannya. Dia selalu menjadi penopangku saat aku rapuh tapi aku selalu tak tahu kapan dia measa rapuh karena dia tak pernah memperlihatkan sisi lemahnya padaku. Dia selalu tersenyum dan bilang gwaencahana saat aku menolak ajakannya untuk pergi bersama. Aku selalu menghiraukannya bahkan saat kami akan menikah, dialah yang menyiapkannya sendiri karena aku terlalu sibuk dengan diriku dan pekerjaanku. Dia selalu sabar menghadapiku dan tak pernah sekalipun dia mngeluh” aku mulai berkaca-kaca mengingat semua perlakuanku pada  Taeyonselama ini dan aku sekarang percaya bahwa penyesalan itu terjadi di akhir.

“Apa kau tahu bahkan aku selalu melupakan hari ulang tahunnya, tapi dia selalu ingat hari ulang tahunku. Bukannya kau tak mencintainya, sebenarnya aku sangat mencintainya hanya saja aku sangat bingung harus bersikap bagaimana padanya karena dia benar-benar seperti seorang malaikat bagiku” aku terus berbiocara panjang lebar pada wanita itu dan aku berharap dia bisa menolongku setelah mendengar semua ini.

“Agasshi waktuku hanya tinggal 4 hari lagi dan aku benar-benar ingin mengatakan hal yang tak pernah aku katakan selama ini, hal yang selalu tak bisa aku ungkapkan. Aku ingin mengatakan kalau aku mencintainya” kini air mataku tak bisa dibendung lagi, aku benar-benar putus asa saat ini.

“Aku ingin bisa pergi dengan tenang agasshi dan aku tak ingin melihatnya terus-terusan  seperti mayat hidup seperti sekarang, tak ada senyuman dari bibirnya dan tak ada sorot mata meneduhkan darinya” aku benar-benar tak bisa menahan semuanya lagi dan kini aku meluapkan semuanya, aku menangis sekeras mungkin.

“Uljimayo! ! !

Suara ini, suara wanita itu dan kenapa sekarang aku seperti mendengar suara isakan dari dalam selimut itu. “agasshi gwaenchana?” tanyaku khawatir.

“Apakah kau tahu bagaimana rasanya jika kau mengetahui bahwa orang yang kau cintai akan segera meninggal dan tak ada yang bisa kau lakukan untuk mencegah semuanya. Kau hanya meratapi nasibmu yang akan ditiggalkan oleh orang yang sudah selama 10 tahun selalu denganmu dan selalu melindungimu?”  apakah dia sedang menceritakan kisah hidupnya padaku, dan kenapa aku merasa wanita ini begitu menderita dan begitu merindukan seseorang.

“Apa kau tahu bagaimana rasanya saat melihat orang yang kau cintai meninggal dihadapanmu tapi dia masih bisa tersenyum dan mengatakan Gwaenchana?” dia mengatakannya dengan keras seperti dia sedang mengharapkan seseorang bisa mendengar kata-katanya barusan  dan kini dia mulai terdengar suara tangisan yang keras. Tampaknya dia begitu menderita selama ini.

“Rasanya sangat sakit! !” kenapa kehidupan wanita ini terdengar sangat menyakitkan, aku hanya bisa menunduk dan memeluk lututku kemudian menenggelamkan wajahku dikedua kakiku.

Kris POV end

“Apakah kau tahu bagaimana rasanya jika kau mengetahui bahwa orang yang kau cintai akan segera meninggal dan tak ada yang bisa kau lakukan untuk mencegah semuanya. Kau hanya meratapi nasibmu yang akan ditiggalkan oleh orang yang sudah selama 10 tahun selalu denganmu dan selalu melindungimu?”

“Apa kau tahu bagaimana rasanya saat melihat orang yang kau cintai meninggal dihadapanmu tapi dia masih bisa tersenyum dan mengatakan gwaenchana?”

“Rasanya sangat sakit! !”

Seorang pria kini sedang berada diluar rumah Jesica atau wanita yang sedang bersama Kris.

“Sica-ya apa aku terlalu egois melakukan ini padamu? Aku hanya ingin mejagamu dan membuatmu menjadi seperti orang kebanyakan, dan bukankah itu yang kau inginkan sejak dulu?”

Pria itu mulai menitihkan air mata kemudian dia mengeluarkan sayapnya lalu terbang meninggalkan tempat itu.

Keesokan harinya Kris seperti biasa sedang berada di ruang rawat  Taeyon, dan dia benar-benar bingung apa yang harus dia lakukan agar  Taeyon bisa kembali seperti dulu.

Kris melihat  Taeyon sendu, dia berpikir apakah ini adil untuk taeyon? Kenapa  Taeyon harus mendapatkan pria sepertinya dan kenapa Tuhan membuat  Taeyon begitu mencintainya.

Tanpa Kris sadari sekarang seseorang tengah melihatnya dari luar, orang itu memandang Kris dan  Taeyon dengan tatapan tak bisa diungkapakan.

“Kau terharu melihat mereka? mereka seperti kitakan?” wanita itu yang tak lain adalah Jessica kemudian pergi tanpa menghiraukan orang yang berbicara padanya barusan.

“Jessica tolonglah mereka? jika kau menolong mereka maka aku akan menuruti keinginanmu”  mendengar kata-kata orang itu Jessica pun menghentikan langkah kakinya “Baiklah kalau begitu, tapi kau harus menetapi janjimu barusan” kata Jessica tanpa berbalik.

“Ne baiklah aku janji selama kau membantu mereka, aku takan muncul dihadapanmu” orang itu kemudian menjentikan jarinya dan denagn seketika diapun menghilang.

Jessica yang menyadari orang itu sudah pergi, diapun membalikan badannya lalu menuju ruangan tempat  Taeyon dirawat.

Kris yang mengetahui pintu dibuka seseorang kemudian menoleh dan kini matanya membulat sempurna aat melihat seseorang yang ada di ujung pintu.

“Neo?” katanya heran

“Namaku Jessica, jadi jangan panggil aku dengan neo!” kata gadis itu protes. Namun Kris seakan tak mempedulikannya, hanya senyuman lebar  yang dia tunjukan sekarang.

“Jadi dia calon istrimu? eh maaf siapa namamu?” “Kris dan dia Kim Taeyon ” kata Kris cepat.

Jessica mendekati  Taeyon lalu mengelus pipinya “Kau sangat cantik Taeyon-ssi” Jessica kini menatap  Taeyon sambil masih mengelus pipinya.

“Anu Jessica-ssi bagaimana caranya kau menolongku?” kini Jessica tersenyum kecut kearah Kris

“Kau memohon padaku untuk menolongmu tapi tak tahu bagaimana aku menolongmu?” Kris hanya bisa mengusap tenguknya malu karena dia sendiri terlalu sibuk untuk memikirkan kenapa dan bagaimana Jessica dikatakan bisa menolongnya.

“Kris…….”

Mendengar namanya dipanggil Kris hanya bisa membulatkan matanya lebar saat tahu seseorang yang menyebut namanya itu adalah Taeyon, Kris langsung menghampiri  Taeyon dengan cemas.

“Taeyon-ah” seru Kris kemudian Jessica menepuk bahu Kris “Dia tak bisa melihatmu Kris-ssi” terbersit kekecewaaan diwajah Kris saat mendengar perkataan Jessica barusan.

“Biar aku yang berbicara padanya” kata Jessica pada Kris dan ditanggapi anggukan dari Kris.

“Annyeong hyemi-ssi” sapa Jessica sambil tersenyum namun  Taeyon tak menjawab apapun, kemudian air matanya keluar dan sekarang  Taeyon menangis tersedu-sedu sambil memnggil-manggil nama Kris.

Kris hanya bisa memandang sendu gadis yang dia cintai itu, tebersit keinginan dihatinya untuk bisa memeluk  Taeyon namun tak ada yang bisa dia lakukan.

Keesokan harinya  Jessica datang mengunjungi  Taeyon lagi “Annyeonghaseyo” sapa Jessica saat membuka pintu kamar  Taeyondan disambut senyuman manis dari hyemi.

“Apa kau sudah baikan?” Tanya Jessica sambil memberi seikat bunga lili putih pada  Taeyon yang membuat  Taeyon membulatkan matanya dan memandang Jessica dengan tatapan heran.

“Ini Kris yang memberitahuku” jawab Jessica

“Jadi sejak kapan kalian berteman? Setahuku dia tak punya teman bernama Jessica?” Tanya  Taeyonselidik. Jessica langsung duduk di kursi dan menghela napas panjang.

“Aku mengenalnya 2 hari yang lalu”  Taeyon hanya bisa membulatkan matanya lebar saat mendengar ucapan Jessica barusan.

“Hah apa kau bercanda? Kris bahkan meninggal 3 hari yang lalu”  ucap  Taeyon dengan sedikit membentak dan mata yang mulai berkaca-kaca sedangkan Jessica hanya menunjukan smirknya.

“Lalu bagaimana kau tahu namaku?”

Deg~~~

Taeyon memang merasa aneh kenapa dia bisa mengetahui nama perempuan dihadapannya itu padahal kemarin setahunya dia masih tak bisa bicara karena shock dan siapa sebenarnya perempuan bernama Jung  Jessica ini.

“Sudah tak usah dipikirkan darimana kau tahu namaku dan siapa aku sebenarnya” kata Jessica datar seakan bisa membaca pikiran  Taeyondan itu, membuat  Taeyon harus terkejut sekali lagi.

“Aku hanya ingin mengatakan bahwa Kris memintaku menolongnya untuk menyembuhkanmu, dan membuatmu seperti semula” kata Jessica sambil  menatap keluar jendela.

Taeyon sedikit tak percaya dengan ucapan Jessica karena ini seperti lelucon baginya, setahu dia Kris telah meninggal dan apakah masuk akal jika orang yang sudah meninggal  meminta bantuan pada Jessica.

“Kalau kau tak percaya padaku dan mengatakan ini semua seperti lelucon aku bisa membuatmu bertemu dengan Kris”  Taeyonbenar-benar bingung harus percaya atau tidak pada ucapan Jessica.

“Aku punya telepati dan aku adalah seseorang yang terlahir mempunyai sesuatu kelebihan seperti seorang cenayang” tambah Jessica.

“Baiklah aku akan mencoba percaya padamu, dan aku ingin kau pertemukan aku dengan Kris?” tantang  Taeyon pada Jessica.

“Apa kau takan menyesal?jika kau melihatnya lagi kau akan semakin berat untuk menerima kenyataan ini”  Taeyon seketika menggeram karena bukannya tadi Jessica sendiri yang mengatakan bahwa dia bisa membuatnya bertemu Kris.

Kemudian Jessica bangkit dari duduknya dan menghampiri  Taeyon“Tutuplah matamu”  Taeyon memandang Jessica heran namun entah kenapa dia malah menuruti perintah Jessica. Kini Jessica menggengam tangan  Taeyon dan beberapa detik kemudian “ Taeyon-ah hiduplah dengan bahagia, relakanlah aku jalani hidupmu dengan baik. Maafkan aku yang tak pernah membahagiakanmu, maafkan aku yang selalau membuatmu menangis maafkan aku Taeyon-ah Saranghae”

Seketika itu juga  Taeyon langsung meneteskan airmatanya mendengar sesosok suara yang sangat dia kenal, walaupun suara itu terdengar parau tapi dia tahu itu suara orang yang dia cintai yaitu Kris.

“Bukalah matamu” saat Jessica melepas genggamannya dan saat mata  Taeyon dibuka  Taeyon menatap kearah Jessica dan kini wajahnya berlumuran air mata. Jessica langsung meraih  Taeyon dan memeluknya “Bagaimana bisa dia bilang aku harus hidup bahagia dia bilang ….. dia bilang dia mencintaiku”

“Dia benar-benar mencintaimu jadi hiduplah dengan baik sesuai keinginannya” kata Jessica samba memeluk  Taeyondan kemudian menepuk-nepuk bahu hyemi..

Taeyon terus saja menangis tanpa dia tahu kalau ada seseorang yang melihatnya dengan wajah sendu dan sedang bercucuran air mata juga. Orang itu adalah Kris, memang Kris dari tadi ada disana bersama  Taeyon dan Jessica.

“Jessica-sii gomawo” kata Kris

“Untuk apa?” Tanya  Taeyon heran tapi karena dia menggunakan telepathinya jadi  Taeyon tidak bisa mendengar percakapannya dengan Kris.

“Untuk segalanya, untuk menolongku dan untuk menuruti keinginanku untuk tidak membuat  Taeyon melihatku” kata Kris dan kini senyuma terlukis lebar dibibirnya.

“Aku sekarang bisa pergi dengan tenang, gomawo! Aku harap kau bisa hidup bahagia dan bisa melupakan kesedihanmu, annyeong “ ucap Kris lagi kemudian Jessica tersenyum  masih dalam posisi memeluk hyemi.

flashback

“Jessica-ssi gomawo sudah mau menolongku”  kata Kris sambil menatap langit  diatas sungai han. Jessica dan Kris memang sekarang sedang menikmati udara malam disungai han dan berbeda dengan saat malam dimana Jessica menangis, malam ini mereka merasakan seperti seorang teman.

“sudahlah, kau tak harus berterima kasih padaku tapi pada orang yang selalu bersamamu itu” Kris hanya tersenyum mendengar ucapan Jessica barusan.

“Iya aku harus berterima kasih pada heenim untuk ini! Oh ya apa kalian saling kenal, karena setelah kau menggebrak pintu malam itu, dia terlihat sedih”

“Aniyo , mana mungkin aku mengenal malaikat maut seperti dia” sangkal Jessica datar tapi Kris bisa melihat kebohongan di mata Jessica.

“Daripada kau memikirkan ku dengan orang itu lebih baik kau menyiapkan kata-kata dan menyiapkan diri untuk dilihat tunanganmu itu” tambah Jessica lagi.

“Jessica-ssi apa bisa  Taeyonmendengar suaraku saja tanpa melihatku?” Jessica sangat heran dengan ucapan Kris barusan langsung menatap Kris, Jessica sendiri tidak bisa membaca pikiran Kris karena dia bukan manusia.

“Aku tak ingin dia menderita, kalau dia melihatku lagi dia akan semakin sulit melepasku. Jadi biarkanlah aku pergi dan aku hanya ingin dia mendengar kata-kata yang tak pernah aku ucapkan” penjelasan Kris sungguh mengingatkan Jessica pada dirinya dan orang yang dia cintai.

“Baiklah aku akan membantumu untuk ini” Jessica tersenyum sangat tulus begitu juga Kris.

“Andai saja dia berpikiran sepertimu aku pasti takan semenderita sekarang” batin Jessica.

Flashback end

****

Jessica sekarang sedang berada di depan sebuah makam, dia menatap sendu makam tersebut.

“Aku akan pergi, jadi kau senang” tiba-tiba seseorang sudah berada dibelakang Jessica namun Jessica tak mempedulikan orang tersebut, dia hanya berpura-pura tak mendengarnya.

Ketika Jessica hendak melangkah pergi, orang itu menggenggam tangan Jessica dan terlihat kesedihan yang mendalam dikedua matanya.

“Ini memang sudah seharusnya!!!!” ucap Jessica dengan nada datar

“Tak bisakah kau mengucapkan kata-kata manis padaku sekali ini saja?ini hari terakhirku melihatmu” orang itu mulai meneteskan air mata namun hati Jessica tak sedikitpun tergetar  oleh air mata orang itu. Jessica kemudian menghempaskan tangan orang itu dan pergi meninggalkannya.

”Kim heechul bodoh” guman Jessica pelan sambil terus berjalan. Namun orang itu kemudian mengeluarkan sayapnya dan terbang meninggalkan tempat itu. “Selamat tinggal Jessica-ya, Saranghae” gumannya dan tak terasa air mata menetes dipipinya.

Jessica kini telah sampai dirumahnya dan diapun duduk sambil memeluk kakinya, dan sekarang butiran bening mulai keluar dari pelupuk mata Jessica. “Selamat tinggal heechul oppa, saranghae”

Flash back

“Oppa kenapa aku harus terlahir dengan keadaan seperti ini?” Tanya seorang gadis yang sedang duduk sambil melihat matahari terbenam.

“Sudahlah sica-ya itu kelebihanmu jadi jangan kau sesali” ucap seorang laki-laki dipinggirnya.

Oppa apa kau tahu setelah kedua orang tuaku meninggal kaulah satu-satunya yang kupunya” ucap gadis itu namun sekarang ucapannya terdengar lirih, laki-laki disebelahnya kemudian menatap  Jessica bingung.

“Kau kenapa Jessica?” Tanya laki-laki itu khawatir karena dia melihat ada yang tidak beres dengan Jessica. Jessica kemudian meneteskan air mata dan itu membuat laki-laki disebelahnya semakin khawatir.

“Wae Jessica?” Tanya laki-laki itu tanpa menjawab apapun Jessica langsung memeluk laki-laki itu.

“Heechul oppa aku takut kau menghilang seperti kedua orang tuaku” teriak Jessica keras.

Laki-laki bernama kim heechul itu kemudian memeluk Jessica dan membelai Rambut Jessica lembut “Aku takan menghilang, karena kalau aku menghilang siapa yang akan menjagamu?”

“Tapi oppa bayangan itu datang lagi sama seperti dulu saat orang tuaku meninggal dan aku melihatmu oppa, melihatmu! ! !”

“Mwo?jadi aku akan meninggal?” Tanya heechul dan Jessica hanya mengangguk dan memandangnya sendu.

“Jessica-ya dengarkan aku, semua manusia akan meninggal jadi kalau aku harus meninggal itu sudah saatnya” ucap heechul sambil mengusap air mata dipipi Jessica dengan lembut dan tersenyum. Namun jauh dilubuk hatinya dia takut, bukan takut meninggal, dia takut kalau dia pergi siapa yang akan menjaga Jessica.

Beberapa hari kemudian hal yang ditakuti Jessica terbukti, orang yang dia punya dan dia cintai meninggal karena tertabrak sebuah mobil. Dan semenjak kejadian itu Jessica hanya murung, dia tak mau makan, minum, tak mau bertemu orang lain, tak mau keluar rumah. Yang dia lakukan hanya menangis dan menangis.

Sudah selama seminggu Jessica seperti ini dia memang sudah mau makan walaupun makan seadanya. Dia terus menangis, dia sangat merindukan heechul orang yang selalu ada untuknya dan selalu melindunginya.

Saat Jessica tidur, tiba-tiba dia merasakan sebuah tangan sedang menyentuh pucuk  kelapanya. Kemudian Jessica mulai membuka matanya dan betapa terkejutnya Jessica saat melihat sosok yang ada didepannya sekarang.

“Heechul oppa!!!” melihat Jessica yang terbangun heechulpun tak kalah kaget.

“eu eu Jessica-ya?” kata heechul gugup.

“Kau bukan manusia dan bukan juga hantu, SIAPA KAU?” teriak Jessica

“Jessica-ya tenang-tenang aku heechul kim heechul” kata heechul  sedangkan Jessica hanya menaikan sebelah alisnya tak mengerti.

****

“Mwo? Malaikat kematian?” kata Jessica dan heechul hanya mengangguk.

“Pergi dari hadapanku sekarang juga kim heechul” usir Jessica

“Mwo?” kata heechul heran sedangkan Jessica sekarang menatap heechul tajam.

”Wae Jessica-ya? dengan muncul seperti ini dihadapanmu dan dilihat olehmu aku pasti dihukum dan kau malah terlebih dulu menghukumku dengan cara mengusirku?“ kata heechul

“Aku tak peduli, aku tak mau bertemu lagi denganmu, ini salah semua ini salah, APA KAU TAHU HAL YANG KAU LAKUKAN INI SALAH KIM HEECHUL!!!!”  teriak Jessica membuat heechul kaget dan matanya pun mulai berkaca-kaca.

“Apa kau tahu Jessica aku bersedia menjadi death reaper hanya agar bisa menjagamu walaupun itu dari kejauhan, dan apa kau tahu juga aku harus menjalani tugasku selama lima tahun agar kekuatanmu hilang, agar kau bisa hidup normal lagi. tapi kau malah mengusirku hah?apa ini pantas dilakukan seorang kekasih pada kekasihnya?” protes heechul dan mulai mengeluarkan air mata.

“Kekasihku sudah meninggal!!!!” kata Jessica lirih dan membuat heechul membulatkan matanya mendengar kata-kata Jessica barusan.

“Jessica-ya apa kau tak mengerti! Ini ku lakukan demi untukmu” kata heechul dengan sedikit nada tinggi.

“Pergi dan jangan muncul lagi dihadapanku apapun alasannya” teriak Jessica

“Baiklah kalau itu maumu Jessica” teriak heechul tak kalah keras kemudian menghilang dari hadapan Jessica.

Jessica hanya bisa menangis tersedu-sedu sambil memukul-mukul dadanya yang terasa sakit.

“Apa kau tak tahu? Kau melakukan ini membuatku semakin bersalah, dan membuatku semakin tak bisa membiarkanmu pergi dan semakin tak bisa merelakanmu telah meninggal” batin Jessica

“KIM Heechul pabo!!!!!!” teriak Jessica sambil terus menangis.

Flashback end

 

~~~~End~~~~

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s