Our stories [Baekhyun story]

baekiu

Title                 :  Our Stories [Baekhyun Story]

Autho r           :  Park Hana

Cast                :  Rain Drop

Genre             :  Family, Fiendship.

Rating             : G

Disclaimer     : Baekhyun dan Iu punya Tuhan da kleluarganya tapi alur cerita ini punya saya^^

Warning         : Typo dimana-mana dan don’t be plagiator^^

Summary         : Di bawah hujan pertama kali aku melihatnya, dengan payung berwarna  putih itu dia berjalan menyusuri hujan deras. Dengan rasa penasaran yang besar, aku pun mengikutinya. Di sanalah dia duduk sekarang dia sebuah halte bis, entah apa yang dia lakukan disana. Menunggu? Apakah dia menunggu seseorang disana? Jika iya, maka siapa yang dia tunggu?.

Rain Drop

 

Hujan turun lagi membasahi kota Seoul membuat beberapa orang kebasahan karenanya, begitu juga dengan pria bernama Byun Baekhyun yang baru saja pulang dari sekolahnya dan saat ini dia tengah berlari menuju rumahnya sambil menutupi kepalanya menggunakan kedua tepalak tangannya.

“Haishhh hujan selalu saja seperti ini, datang tanpa ada pemberitahuan” gerutunya sambil mengelap rambutnya memakai handuk.

Baekhyun kemudian melangkah mendekati balkom kamarnya, dia menatap keluar dan tampaknya hujan masih mengguyur.

Dahinya mengkerut saat melihat seorang yang berjalan menggunakan payung berwarna putih di luar sana, dan pemandangan tersebut hmpir setiap hari dilihatnya. Baekhyun dan keluarganya memang baru pindah ke Seoul karena appa baekhyun di pindahkan ke Seoul. Dan ini mungkin sudah beranjak seminggu dia tinggal disana, dan dia masih penasaran dengan gadis yang selalu berjalan sambil memakai payung tersebut.

“Gadis itu, apa dia tak sadar kalau hujan sangat deras. Dasar aneh” celotehnya dalam hati yang keheranan pada gadis tersebut.

Baekhyun lantas beranjak dari sana dan karena perutnya terus berbunyi pertanda dia lapar, jadi dia putuskan untuk turun kebawah dan makan.

Rain Drop

Jieun POV

Hari ini hujan lagi dan aku memutuskan untuk tetap pergi kehalte bis, ini sudah berjalan satu bulan aku terus pergi kesini, menunggu seseorang yang aku sayangi disini. Seseorang yang selalu tersenyum cerah saat turun dari bis dan memberikan pelukan hangat padaku.

Aku mengayun-ngayunkan kakiku, aku melirik kekanan dan kekiri. Berharap akan ada bis yang berhenti dan membawa orang yang aku tunggu.

Dan harapanku terwujud, ada sebuah bis berhenti disini, dengan cemas sambil berdoa dalam hati aku berharap seorang yang aku tunggu akan turun lalu tersenyum cerah kearahku.

Aku menajamkan pandanganku, dan melihat dengan teliti setiap penumpang yang turun dari bis tersebut. Tapi seakan harus menelan kekecewaan untuk yang kesekian kalinya, orang yang aku tunggu tak ada di bis itu.

Dengan lemas aku mundur dan duduk kembali di tempat duduk, aku menundukan kepalaku dan kini aku terisak “Appa… kau kemana?” gumanku pelan sambil masih terisak.

“Agassi!!”

Aku menghela napasku saat mendengar suara seseorang yang memanggilku dan aku tahu suara siapa itu, aku mendongakkan wajahku dan menoleh kearah sumber suara tersebut. Dan benar saja itu suara bibi jung, pengasuhku yang sedang berlari menuju kearahku.

“Agasshi anda kenapa kesini lagi? Bukankah sudah nyonya katakan bahwa tuan sedang sibuk jadi dia tak bisa kesini” ujar bibi Jung panjang lebar.

Aku menatapnya dalam lalu tanpa terasa air mataku mulai mengalir “Ta…pi.. appa bil…..ang dia akan da…tang saat ulang ta..hun.ku, appa tidak mungkin bohong padaku ahjuma” ucapku masih sambil terisak.

Bibi jung kemudian menarikku dan memelukku “Agasshi ayo kita pulang, anda bisa sakit lagi kalau hujan-hujanan” ucapnya lagi.

Jieun POV end

Rain Drop

Baekhyun sekarang sudah bersiap untuk pergi ke sekolahnya, dia kini berdiri didepan kaca dan tersenyum “byun Baekhyun kau selalu tampan” ucapnya dengan percaya diri dan tersenyum lebar.

Setelah sarapan dan berpamitan Baekhyun pun pergi menuju halte bis untuk menuju sekolahnya.

Saat sampai di halte bis, dia melihat gadis itu lagi, gadis yang selalu memakai payung dan selalu dia lihat saat dia dihalte. Rasa penasaran Baekhyun semakin menjadi, dia benar-benar penasaran dengan gadis tersebut, karena kenapa dia selalu ada dihalte.

Baekhyun berencana menghampiri gadis tersebut tapi mungkin kali ini Tuhan masih belum mengijinkannya untuk menghilangkan rasa penasarannya pada dirinya, karena bis yang akan mengangkut dia kesekolahnya tiba-tiba datang.

“Hah mungkin ini bukan saatnya” batinnya lalu dia pun mengangkat kedua bahunya dan menghela napasnya.

Di dalam bis maupun dikelas Baekhyun terus memikirkan gadis tersebut, karena dia benar-benar penasaran pada gadis tersebut.

Chanyeol, teman baekhyun yang melihat Baekhyun yang melamun seperti itu, langsung saja menepuk bahu Bakhyun.

“hei Byun Baekhyun kau kenapa?” tanya Chanyeol, mereka memang sudah lama kenal karena Chanyeol dulunya satu kampung dengan baekhyun sebelum dia juga pindah ke Seoul 3 tahun yang lalu.

Baekhyun yang kaget karena Chanyeol, kini hanya menatap Chanyeol tajam “Haishhh kau mengagetkanku saja yeol” ujar Bakhyun sedikit kesal

“Hahahah kau kenapa? Apa yang sedang kau pikirkan? Apa jangan-jangan kau sedang memikirkan seorang perempuan” tebakan Chanyeol kali ini benar-benar tepat sasaran karean memang benar Baekhyun sedang memikirkan seorang gadis, tapi dia sendiri tak kenal pada gadie tersebut.

“M-wo? Aku memikirkan gadis?hhahhahha kau ada-ada saja, aku ini hanya sedikit ngantuk karena aku masih belum terbiasa tidur dikamarku yang sekarang” Bohong Baekhyun dan tampaknya Chanyeol mempercayai kebohongan Baekhyun kali ini.

“Eh Bacon, bagaimana kalau hari ini sepulang sekolah aku mampir kerumahmu? Aku rindu masakan ummamu. Boleh ya ok ok!” bujuk Chanyeol dengan mengeluarkan wajah aegyo nya yang membuat Baekhyun sedikit ingin muntah karena bagaimana bisa, dia menunjukan wajah seimut itu dengan suaranya yang seperti itu.

“Baiklah yeol, tapi hentikan hal itu. kau ini tak malu ya suara seperti ahjussi tapi wajah seperti bayi ck ck ck” ledekan Baekhyun tersebut berhasil mengubah ekspresi wajah Chanyeol dari penuh aegyo menjadi penuh kekesalan.

‘haishhh kau menyebalkan dasar babi” balas Chanyeol sambil kembali ke bangkunya”

Rain Drop

Sepulang sekolah, dan kali ini hujan turun kembali. Baekhyun dan Chanyeol kini menghela napas mereka seraya saling menatap.

Ketika turun dari Bis, Baekhyun melihat gadis itu lagi. Gadis yang selalu membawa payung putihnya dan duduk di halte Bis. Baekhyun terus menatap gadis tersebut, bahkan dia sampai tak perduli pada Chanyeol yang sedari tadi berbicara padanya.

“Yak, yak Byun Bacon kau melamun yah”

Kini Chanyeol tengah mengguncang-guncangkan tubuh Baekhyun yang terdiam mematung.

“Yak!!”

Pletak!!!

Teriak Chanyeol sambil memukul kepala Baekhyun dan membuat Baekhyun menjerit karena kaget sekaligus kesakitan akibat ulah sahabatnya itu.

“Yak Park Chanyeol kau ini, kenapa memukul kepalaku?” Protes Baekhyun tak terima sambil memelototkan matanya kearah Chanyeol.

‘Ow Mianhae karena kau tadi melamun dan aku takut kau kesambet jadi aku pukul saja kepalamu itu dan ampuhkan,hheeee” ujar Chanyeol sambil cecengesan.

Baekhyun yang teringat pada Gadis itu, lalu menoleh ke halte disebrang jalan dan kini dia melihat gadis itu tengah di genggam tangannya oleh seorang wanita paruh baya dan tampaknya wanita itu akan mengajaknya pergi dari sana.

“Hei kau melamun lagi bacon-ah” keluh Chanyeol yang merasa temannya aneh hari ini.

“Ah ayo kita pulang” ajak Bacon kemudian yang membuat Chanyeol menggeleng-gelengkan kepalanya. “Hei ini hujan! Lebih baik kita tunggu hujannya reda” saran Chanyeol namun Baekhyun tiba-tiba mengeluarkan sebuah payung dari tasnya dan hal tersebut membuat Chanyeol tersenyum lebar.

Rain Drop

Baekhyun kini tengah menatap langit malam yang masih saja menurunkan hujan, dia menatap hujan yang turun dan jendela kamarnya. pikirannya tak bisa focus pada hal apapun, karena rasa penasaran yang semakin menjalar didirinya.

“Hah~~~” desahnya

“Aku benar-benar ingin tahu, siapa gadis itu dan sedang apa dia disana? Dan siapa wanita paruh baya tersebut?” saat ini hanya kata-kata itu saja  yang terlintas di kepala Baekhyun. Sampai membuatnya pusing.

Klek!!!

Seorang wanita paruh baya membuka pintu kamar baekhyun, lalu dia tersenyum kecil saat melihat anaknya yang tengah melamun sambil menatap keluar jendela.

“Aigoo, ada apa ini? Tidak biasanya sekali seorang Byun baekhyun terdiam seperti ini?”  ledek Ny. Byun atau yang merupakan ummanya Baekhyun.

Baekhyun menolehkan wajah pada ummanya itu seraya tersenyum “Umma bukankah kau selalu ingin aku diam dan tenang seperti ini?” sahut Baekhyun

Ny. Byun lantas berjalan menghampiri anaknya kemudian memegang kedua bahu anaknya “emh, coba umma lihat? ….. ah ternyata kau memang lebih tampan jika tidak berisik” goda ummanya seraya menarik hidung baekhyun dan baekhyun pun tersenyum.

“Tidurlah, kalau tidak besok kau akan terlambat” kini dipukulnya butt baekhyun yang membuat Baekhyun melingkarkan jempol dan jari telunjuknya seakan berkata Ok.

Rain Drop

Pagi itu Baekhyun berangkat  agak pagi, agar dia bisa berbicara sebentar dengan gadis yang selalu duduk dihalte. Namun setelah dia sampai di halte tersebut, dia harus menelan kekecewaan karena gadis itu tak ada disana.

Baekhyun menghela napasnya karena kecewa, namun ekor matanya kini menangkap seseorang yang mungkin bisa membuat rasa penasaran Baekhyun selama ini menghilang.

Baekhyun berlari menghampiri orang tersebut yang adalah bibi Jung dan terlihat dari wajahnya dia sedang ketakutan atau khawatir.

“Chogiyo, ahjuma anda kenapa?” tanya Baekhyun mencoba basa basi terlebih dahulu.

Bibi Jung kemudian menoleh kearah Baekhyun, dan tersenyum “Eo, apa anda melihat seorang gadis yang membawa payung berwarna putih disekitar sini?” tanya bibi jung dan seakan baekhyun tak bisa menahan rasa senangnya karena akhirnya dia bisa menghilangkan rasa penasarannya tentang gadis itu selama ini.

“Ah apakah gadis yang ahjuma maksud adalah gadis yang selalu duduk disini?”

Bibi Jung pun mengangguk “Iya apa anda melihatnya?”

“Apa dia anak ajuma?”

“Bukan, dia itu anak majikan saya”

Akhirnya setelah itu, baekhyun menawarkan diri untuk membantu bibi Jung mencari Gadis yang dimaksud bibi Jung tersebut. Pertamanya bibi Jung menolak karena dia merasa tidak enak merepotkan Baekhyun. Apalagi dia tidak mengenal baekhyun, taoi bisa bibi Jung lihat dan simpulkan kalau Baekhyun adalah anak yang cukup baik.

“Apa kau tidak akan telat kesekolah?” tanya bibi Jung merasa takut.

“Ah aniya ahjuma, disekolahanku bebas, karena kami belajar dengan cara amerika’ Bohong Baekhyun dan sejujurnya dia sendiri hanya mengarang tentang semua itu tapi tampaknya dia memang pandai dalam soal seperti ini, karena bibi Jung percaya saja padanya.

Baekhyun dan bii Jung berpencar untuk mencari anak majikan bibi jung atau Jieun. mereka mencari di sekitar halte, tapi Jieun tidak ada disana.

“Kemana gadis itu yah?” guman Baekhyun.

Kini Baekhyun berada di pinggir sungai Han,dia sendiri bingung kenapa kakinya malah membawa dia kesini. Tapi bukankah tidak ada salahnya kalau baekhyun mencoba mencari dia disekitar sana.

Baekhyun kembali menajamkan matanya dan mencoba mencari Jieun, walaupun Baekhyun tidak mengenal Jieun, namun karean dia sering melihat Jieun jadi dia hapal wajah jieun.

Ditariknya ujung bibirnya saat melihat seorang gadis yang tengah duduk dengan payung putih yang berada dipinggirnya. “itu dia” ujar baekhyun merasa lega.

Dengan segera Baekhyun pun mengahmpiri Gadis itu yang adalah Jieun

“Hai….” Sapa Baekhyun

Jieun menoleh kearah Baekhyun dan Dahinya juga dia kerutkan, Jieun menoleh kekanan, kiri dan belakanganya lalu setelah itu dia menatap Baekhyun lagi.

“Maaf apakah anda berbicara denganku?” Tanya jieun sambil menunjuk dirinya sendiri.

Mendengar pertanyaan Jieun, Baekhyunpun tertawa yang membuat Jieun semakin kebingungan karena merasa tak mengenal baekhyun.

“Tentu saja aku berbicara denganmu “ ujar Bekhyun dan Jieun hanya menatap Baekhyun dengan wajah polosnya karena masih tak mengerti dan tak mengenal siapa Pria didepannya itu.

“Maaf, apa kau mengenalku?” tanya Jieun lagi dan Baekhyun pung menggeleng.

“”jadi kau ada apa menyapaku?”

Baekhyun lantas duduk di bangku yang Jieun duduki sekarang dan menatapnya “Hei, pengasuhmu mencarimu”

Mendengar ucapan Baekhyun barusan, sontak saja membuat Jieun membulatkan matanya “oh benarkah bibi Jung mencariku, aigoo aku harus segera pulang” Jieun kini menyambar payungnya dan hendak pergi, namun dengan cepat Baekhyun menahannya dengan cara memegang lengan Jieun.

Jieun memandang kearah lengannya yang tengah di pegang baekhyun yang membuat baekhyun segera melepaskan genggamannya “Oh mianhae” sesal Baekhyun.

“Aku… hanya ingin mengajakmu kembali bersama” Jieun mengerutkan dahinya namun beberapa saat kemudian dia tersenyum.

***

“Emh… boleh aku bertanya?” tanya Baekhyun pada Jieun dan saat ini mereka tengah berjalan untuk menemui bibi Jung di sekitar halte bis. Jieun menatap Baekhyun dan mengangguk seraya tersenyum.

“Eu itu….” Baekhyun mengusap tenguknya dan mencoba memberanikan diri untuk bertanya hal yang selama ini selalu mengganggu pikirannya.

“Kenapa kau selalu diam di halte? Apa kau sedang menunggu seseorang disana?” Jieun yang semula tersenyum, kini merubah raut wajahnya menjadi lesu dan tak bersemangat yang membuat Baekhyun merasa tak enak karena mungkin pertanyaan Baekhyun ini agak pribadi.

“Kalau kau tak mau memberitahuku, tidak apa-apa ko!” tambah Baekhyun

“Aku… menunggu appa!’ jawab jieun dengan pelan dan lirih membuat Baekhyun mendongak kearahnya sambil menyipitkan matanya.

“Appamu?” tanya Baekhyun meyakinkan dan Jieun pun mengangguk mengiyakan.

“Aggashi~~~~”

Panggil bibi Jung dan membuat Baekhyun maupun Jieun menoleh kearah sumber suara itu yang berada dibelakang mereka.

“Ahjuma!!” Sahut Jieun saat melihat bibi Jung engah berjalan kearahnya.

Bibi Jung yang sudah sampai dihadapan jieun, kini meraih tangannya Jieun dan matanya juga terlihat berkaca-kaca.

“Aggashi anda kemana saja?” tanya bibi Jung dengan raut wajah sangat khawair, Jieun menanggapiya hanya dengan seyuman dan pelukan untuk pengasuhnya itu.

“Nan Gwaenchana ahjuma, kkokjongil hajimaseyo!!” ucap Jieun sambil melepaskan pelukannya.

“Kalau begitu ayo kita pulang, sebelum nyonya pulang” ajak bibi Jung pada Jieun dan sebelum pergi, bibi jung berterima kasih terlebih dahulu pada Baekhyun  yang berhasil menemukan Jieun.

Setelah Jieun dan bibi Jung berjalan sekitar 1 meter, Baekhyun baru tersadar kalau dia belum mengetahui nama gadis yang dia temukan itu atau Jieun. dan dengan keberanian yang tiba-tiba muncul dari dirinya akhirnya dia pun berteriak.

“Aggashi~~~” Panggil Baekhyun dan bibi jung serta Jieun pun menoleh  seraya menunjukan ekspresi seakan bertanya ada apa.

“Namaku Byun Baekhyun! Dan siapa namamu?”

“Aku?…. namaku Jieun. Lee Jieun!!” jawab Jieun sambil tersenyum cerah.

***

Keesokan harinya, sepulang sekolah Baekhyun bertemu lagi dengan Jieun yang sedang duduk dihalte seperti biasa. Dengan perasaan senang, Baekhyun pun menghampiri Jieun. dan kini mereka tengah duduk berdua dengan diiringi oleh hujan gerimis.

“Jadi, appamu belum datang juga?” tanya Bekhyun dan Jieun pun mengangguk

“Appa bilang dia akan datang saat hari ulang tahunku, dan tepatnya sebulan yang lalu tapi dia tak kunjung datang.”

Baekhyun juga melihat sebuah kesedihan diwajah Jieun, tapi dia malah merasakan suatu kekaguman pada gadis yang ada disebelahnya itu.  Baekhyun tersenyum lalu tangannya dia gerakkan menuju pucuk kepala Jieun dan mengelusnya.

“Appamu pasti sangat senang memiliki anak seperti mu” puji Baekhyun

“Benarkah?”

“Tentu, karena hal yang kau lakukan sekarang itu membuktikan bahwa kau benar-benar menyayanginya”

“Benarkah?”

Baekhyun menganggukkan kepalanya menandakan bahwa hal yang dia ucapkan adalah benar, namun ekspresi Jieun masih terlihat sedih.

“Tapi dia tak pernah menghubungiku lagi, biasanya dia akan menghubungiku setiap 3 hari dalam seminggu, dan setiap hari ulang tahunku dia akan menyuruhku menunggu disini lalu  mengajakku berjalan-jalan naik bisdan  membeli hadiah yang aku ingin, tapi dia tak melakukannya saat ulang tahunku kemarin. Dia tiba-tiba menghilang begitu saja, bahkan saat aku sakit dia pun tak menengokku!” penjelasan Jieun panjang lebar yang membuat Baekhyun sedikit menaikan alisnya.

“Memangnya kalian tidak tinggal bersama?” tanya Baekhyun penasaran

“Appa dan ummaku sudah bercerai dan appaku tinggal di Jepang” jawab Jieun yang membuat Baekhyun mengangguk.

“Baekhyun-ssi bagaimana rasanya sekolah?” tanya jieun tiba-tiba dan sekali lagi Jieun membuat Baekhyun menaikan sebelah alisnya.

Jieun adalah anak korban perceraian kedua orang tuanya, dan dia tinggal bersama ibunya. Tapi ibunya sangat sibuk dengan karirnya sampai kadang tak ada waktu untuk Jieun, selama ini hanya bibi junglah yang selalu menemani dia, dan karena ibunya takut kalau Jieun akan masuk pada pergaulan yang tidak baik jadi ibunya tidak membiarkan Jieun menikmati kehidupan sekolah. Dia hanya diberikan sebuah guru sendiri dan melakukan homeschooling. Karena dengan begitu, ibunya Jieun merasa bahwa Jieun akan terhindar dari pergaulan remaja yang kadang membahayakan.

“Ayo berteman…” baekhyun kini mengulurkan tangannya untuk bersalaman pada Jieun, dan saat Jieun akan menggapainya tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat didepan mereka.

Kaca mobil tersebut kemudian turun dan kini terlihat lah siapa orang yang ada didalam mobil tersebut. Baekhyun hanya menatap datar karena merasa tidak kenal pada orang yang ada didalam mobil tersebut, namun berbeda dengan jieun yang tampak terkejut.

“um-ma!!” ujar jieun pelan

Orang yang ada didalam mobil yang adalah ibu Jieun kini menatap Jieun dengan senyuman yang hangat begitu pun pada Baekhyun.

“Jieun-ah ayo pulang!!”  mendengar perkataan ibunya, akhirnya Jieun berdiri dan pamit pada Baekhyun. Dan setelah Jieun pergi, Baekhyun hanya bisa memandang mobil ibunya Jieun yang terus menjauh dari sana.

“Hah…..” desah baekhyun “Gadis itu kasihan sekali!!” lanjut Baekhyun.

***

“Jieun-ah sudah umma katakan jangan keluar rumah? Kenapa kau masih tidak menurut pada umma! Bagaimana kalau kau mimisan lagi? Ingat kau baru saja operasi !“ bentak ummanya dan Pandangan umma Jieun kini beralih pada bibi jung “Eonni, bukankah sudah aku beritahukan agar tidak membiarkan Jieun keluar rumah? Apa kau mau aku pecat?” bibi jung yang mendengar perkataan majikannya itu, hanya bisa menunduk dia tak mau banyak bicara karena dia tahu beanr sifat majikannya itu.

“Ne maafkan saya nyonya” ucap bibi jung sambil menunduk

“Umma mianhae, ini salahku jangan salahkan bibi jung” ujar Jieun mencoba menenangkan ummanya.

Umma jieun kini memegang bahu Jieun dan menatap Jieun dalam “Jieun-ah….” Ucap ummanya dan kini suara ummanya terdengar lembut berbeda seperti tadi.

“Umma mohon kau jangan menunggu appamu lagi Jieun-ah” ucap umma Jieun sambil menarik Jieun kedalam pelukannya.

Wae? Memang kenapa? Apa yang terjadi pada appa, umma?” Jieun mulai merasakan ada yang tidak beres dan merasakan ada yang disembunyikan ummanya.

Jieun melirik bibi Jung namun kini bibi Jung pun ikut menangis, jieun semakin bingung dan tak mengerti ada apa semua ini.

“jieun-ah umma mohon jaga dirimu baik-baik karena dengan menjaga dirimu dengan baik, maka appamu akan tetap hidup didalam dirimu” ucapan yang begitu membingungkan itu benar-benar membuat jieun pusing.

***

Baekhyun yang tengah diam dibalkom rumahnya, sedikit terkejut saat melihat seorang gadis yang berlari, dan dia tahu gadis itu adalah Jieun. namun berbeda dengan biasanya karena kali ini Jieun tidak membawa payungnya membuat Baekhyun sedikit merasa ada yang janggal.

“Kenapa dia tak membawa payung?” guman Baekhyun heran.

Baekhyun memang menyadari biasanya Jieun akan membawa payung putih walapun cuaca saat itu tak hujan jadi ini agak aneh untuk baekhyun melihat Jieun yang tak membawa payungnya.

Baaekhyun kini tengah berjalan seraya membawa sebuah payung, walaupun tak hujan tapi entah kenapa tadis aat melihat payung didekat pintu baekhyun tanpa pikir panjang langsung saja menyambarnya.

Baekhyun menuju halte bis karena Jieun pasti ada disana, tapi ternyata dugaan baekhyun salah. Jieun tak ada dihalte bis.

Baekhyun berfikir sejenak dan dia pun teringat tempat dimana kemarin dia menemukan Jieun, yaitu pinggir sungai Han, dan dengan segera bakehyunpun pergi kesana.

Saat tiba di inggir sungai han tepatnya tempat kemarin dia meneumukan Jieun, baekhyun langsung tersenyum. Namun senyumannya tiba-tiba lenyap saat menyadari Jieun yang tengah menangis sekarang.

Baekhyun membuka payungnya dan langsung beranjak menuju Jieun, dia kemudian memayungkan payungnya tepat diatas kepala Jieun. Jieun yang menyadari ada yang memayunginya kini menoleh kearah baekhyun.

“Emh… matahari sangat panas jadi bukankah lebih enak kalau memakai payung?” ucap Baekhyun dengan menunjukan senyum lembutnya.

Baekhyun kemudian duduk dipinggir jieun dan memegangi bahu jieun seraya memutar badan Jieun agar menghadap kearahnya.

Tak ada satu katapun yang terucap dari mulut jieun yang ada hanya cegukkan Jieun.

“Baekhyun-ssi …” panggil Jieun lirih.

“Aku membunuh appaku” lanjut Jieun dan Baekhyun hanya mengerutkan keningnya tanda dia tak mengerti.

“Appa.. mendonorkan sumsum tulang belakangnya untukku! Dihari ulang tahunku.dia mengatakan itu hadiah ulang tahun terakhir untukku”

“kau sakit?” tanya Baekhyun dan Jieun mengangguk

“Anemia aplastik” jawab Jieun dan Baekhyun hanya bisa bengong karena tak mengerti penyakit jenis apa itu.

“Anemia Aplastik merupakan Kondisi dimana sumsum tidak dapat berproduksi maksimal sehingga sel darah baru tidak mencukupi untuk proses penggantian sel darah lama dan ini bukan anemia biasa karena penyembuhannya butuh donor sumsum tulang belakang” urai Jieun mencoba menjelaskan.

Jieun kini mengeluarkan sebuah kertas yang merupakan sebuah surat. baekhyun menatap Jieun “Apa boleh aku membacanya?” tanya Baekhyun ragu dan Jieun pun mengangguk.

Bakehyun mulai membuka surat tersebut kemudian membacanya.

Dear my little princess

Pertama-tama happy birthday uri jieun, kau tahu hari ulang tahunmu itu adalah hari yang tak pernah appa lupakan. Dan kali ini appa menulis surat ini untuk mengucapkan selamat ulang tahun.

Jieunni kau adalah harta appa yang paling berharga. Tapi appa harus menyakitimu dengan perceraian appa dan umma. Mungkin ini hukuman untuk keegoisan kami karena kau divonis menderita anemia aplastik. Appa berfikir banyak tentang penyakit itu dan appa menyesal selalu tak bisa mendampingimu selama ini.

Andai dulu kami tak egois dan lebih memikirkanmu, mungkin hal ini takkan terjadi. Appa menyesal begitu juga umma. Saat umma memberitahu kau divonis penyakit itu appa selalu berfikir agar bisa menggantikan posisismu, tapi tetap tidak bisa.

Kau membutuhkan tulang sum-sum belakang dan ternyata appa donor yang cocok, entah kenapa appa sangat senang dan tanpa pikir panajng appa menyutujui operasi transplatasi itu.

Entah kenapa appa ingin menulis surat ini untukmu, appa hanya ingin kau tahu bahwa appa sangat menyayangimu. Dan jika suatu hari appa tidak ada, maka kau jangan bersedih.

Appa tahu transplatasi ini tidak akan menyebabkan donor meninggal,  tapi jika itu terjasi appa rela walaupun appa harus meninggal asal kau bisa hidup lagi. Saranghae!!

“Selama ini umma menyembunyikan segalanya dariku…dia menyembunyikan bahwa akulah yang membunuh appa!.”

Baekhyun pun menarik Jieun dan memeluknya, tanpa terasa kini sebuah air mulai turun dari langit walaupun matahari masih bersinar.

“Bukankah dia bilang bahwa mendonorkan sumsum belum tentu membuatnya meninggal, tapi kenapa dia berkata bohong?”

Baekhyun hanya bisa menepuk  bahu Jieun perlahan, karena hanya itu yang bisa dia lakukan saat ini, Baekhyun tahu kata-kata apapun takkan pernah membuat Jieun merasa tenang karena orang yang selama ini dia harapkan ternyat sudah meninggal. Bahkan dialah penyebab orang itu meninggal, bukankah ini fakta yang sangat menyakitkan?

Baekhyun kemudian mendapat sebuah ide cemerlang, dan dia pun segera melepaskan pelukan Jieun dan menariknya pergi, yang membuat Jieun mengenyitkan dahinya

***

“Aku tahu, ini takkan bisa mengobati rasa sakit mu tapi setidaknya kau bisa mengenang appamu dengan cara seperti ini kan?”

Jieun hanya terdiam mendengar perkataan Baekhyun barusan dan memang benar hal ini tidak bisa membuat Jieun melupakan kesedihannya, tapi setidaknya hal ini bisa membuatnya mengenang appanya.

Jieun dan baekhyun saat ini memang sedang berada disebuah bis, mereka melakukan hal yang selalu dilakukan appa jieun dan jieun ketika Jieun ulang tahun. Dan kini Bis berhenti, Baekhyun langsung menarik tangan jieun yang membuat jieun  kebingungan lagi.

“Ayo” ajak baekhyun dan saat ini mereka sedang berada di hongdae, Jieun sedikit mengeratkan pegangan pada Baekhyun karna ini sudah agak malam jadi tempat itu benar-benar ramai dan Jieun merasa takut.

Baekhyun yang mengetahui Jieun ketakutan pun langsung tersenyum “Gwaenchana, ada aku, kau mau membeli apa? aku akan belikan” ujar Baekhyun yang semakin membuat jieun kebingungan kenapa Baekhyun bisa sebaik itu padanya padaha mereka baru beberapa hari bertemu.

“Baekhyun-ssi kenapa kau begitu baik padaku?” tanya Jieun

Baekhyun tampak berfikir dan bingung harus menjawab apa yang pasti dia merasa dia harus melakukan ini.

“Bukankah kita adalah teman?” jawab Baekhyun dan tiba-tiba hati jieun serasa hangat karena, baru kali ini ada yang mengatakan bahwa orang itu adalah temannya

Jieun tersenyum tipis seraya mengangguk lalu Baekhyun pun menariknya dan Jieun hanya menurut saja.

“Appa, apakah dia teman yang kau kirmkan untukku? Appa apakah kau melihatku? Appa aku menyayangimu dan maafkan aku!”

“Jieun-ah kau jangan pernah berfikir bahwa kau membunuh appamu, bukankah seharusnya setelah ini kau bisa terus dengan appamu? Karena kau memiliki bagian dari tubuhnya, appamu melakukan itu karena dia benar-benar menyayangimujadi jangan pernah menyalahkan dirimu sendiri”

 

End

 Ini menurut saya gaje, hhe dan gak tahu deh harus nulis apa kalau ini memang gak menarik ya udah mianhae karena kemampuan saya hanya sampai sini, ini mentok bener-bener mentok T_T

Tapi semoga ceritanya bisa membuat kita lebih menyayangi orang tua kita >,<

Iklan

2 thoughts on “Our stories [Baekhyun story]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s