Hard but easy [Chapter 4]

HBT2

 

Title                 :  Hard But Easy [Part 4]

Author             : Park hana

Cast                 :  Park Jiyeon, Lee Jieun, Kim Myungsoo, Kim Kibum, Nam Woohyun, Choi Minho(Kim Minho)

Genre              :Rromance, friendship, family.

Length             : Series

Rating             : G

 part 1               part 2            part 3

Jieun POV

Aku benar-benar membenci orang itu, aku benar-benar tak mau melihat orang itu lagi karena dengan melihat orang itu lagi aku bisa melihat kesakitanku dimasa lalu. Kesakitan karena kebohongan yang dia buat.

Aku berjalan gontai menuju kelasku, rasanya berat sekali aku melangkahkan langkahku ini, kepalaku sakit terlebih lagi hatiku sangat sakit.

Aku sekarang sedang duduk dibawah pohon yang selalu aku datangi kalau aku sedang melancarkan misiku. Tapi sekarang aku disini bukan karena aku sudah melancarkan misi lolipopku tapi karena aku ingin sedikit merenung dan menenangkan diri.

“Wajahmu kusut sekali Lee jieun” aku sontak saja mengangkat kepalaku dan melihat orang yang mengejekku barusan. Aku yakin yang diikatakan orang itu tepat karena penampilanku saat ini memang sangat kacau tapi aku tak peduli.

Aku lalu menghela napas dan menunduk lagi, kemudian orang itu duduk dipinggirku namun posisi dia memunggungiku “Aku bisa meminjamkan bahuku padamu seperti kau meminjamkan bahumu padaku waktu itu” ucapannya itu membuat aku tak dapat menahan air mataku.

Aku mulai menggerakan kepalaku menuju bahunya dan menyenderkannya disana lalu menangis. Kemudian dia menggenggam tanganku “Apa seperti ini bisa membuatmu lebih lega lagi?” dia mengulangi kata-kataku waktu itu dan sekarang perasaanku semakin bercampur aduk. Aku sedih karena masalah orang itu dan aku senang karena Key sanbae begitu baik.

“Gomawo Kibum sanbae” ucapku pelan dalam tangisku.

“Apa kau mau apel?” tanya Key yang membuat aku langsung menghentikan tangisanku dan membelelakan mataku yang basah karena air mata..

Jieun POV end

***

Jiyeon yang melihat Key dan Jieun merasa semakin bingung karena dia ingin bertanya pada Jieun tentang masalahnya dengan Minho tapi disisi lain dia bingung karena tampaknya Jieun sangat sedih. Jadi dia mengurungkan niatnya, dan saat dia berbalik .

“OMO” teriak Jiyeon kaget saat melihat seseorang yang sedang ada didepannya sekarang.

“Chagiya, kau mengintip yah?” tanya orang itu dan menurut Jiyeon orang didepannya ini membuat Jiyeon semakin bingung dan sakit kepala tentunya.

“Chagiya ayo kita lakukan hal yang sama! !” kata orang itu dengan wajah bahagia dan mata berbinar.

Tanpa menghiraukan perkataan orang itu Jiyeon-pun pergi meninggalkannya atau tepatnya fans berat Jiyeon yang bernama Nam Woohyun.

“Yak chagiya tunggu aku, kenapa kau pergi seperti itu bukankah kita mau melakukan hal yang sama yang Jieun dan Key lakukan” teriak Woohyun sangat keras yang membuat Jiyeon malu dan langsung berlari.

Jiyeon berencana untuk mencari myungsoo karena saat dia sedang sedih Myungsoo salah satu orang yang bisa membuat hati jiyeon tenang.

“Oppa” panggil Jiyeon lirih

Jiyeon langsung saja memeluk Myungsoo dengan erat dan menangis, Myungsoo kemudian mengelus-ngelus kepala Jiyeon lembut “Wae geurae Jiyeonnie?” tanya Myungsoo lembut.

“Aku hanya sedang sedih Oppa aku rindu pada appaku” bohong Jiyeon pada Myungsoo dan sekarang Myungsoo memeluk Jiyeon erat dan menepuk-nepuk punggung Jiyeon pelan.

***

“Jieun tolong dengarkan aku dulu” Minhoo sekarang menggenggam tangan Jieun dan Jieun juga sekarang menatap Minho tajam.

“Apa lagi yang harus aku dengarkan dari mu Tuan Choi Minho! ! !” Jieun kini menghempaskan tangan Minho kemudian hendak pergi namun Minho malah memeluk Jieun membuat semua orang yang ada dihalte menatap mereka sambil berbisik-bisik.

“Lepaskan aku, aku sudah bilang tak mau dipeluk oleh pembohong sepertimu?’ teriak Jieun sambil berontak mencoba melepaskan pelukan Minho. Dan tiba-tiba seseorang menarik Minho lalu

Bug~~~

Orang itu tak lain adalah key yang datang lalu memukul Minho “JANGAN MENCOBA MEMAKSA SEORANG GADIS” teriak orang itu.

Minho kini hanya menatap orang itu sambil mengelap ujung bibirnya yang sedikit mengeluarkan darah karena pukulan orang barusan.

Minho pun berdiri lalu mencengkram lengan Jieun, melihat Hal itu Key pun menarik Lengan jieun yang satunya dan menatap tajam Minho “Yak! Sudah aku katakan kalau kau tak boleh memaksa, CEPAT LEPASKAN DIA! ! !”

“Apa hakmu melarangku melakukan ini padi Jieun hah?Memang kau ini siapanya Jieun?”

Deg

Key merasakan ratusan jarum menusuk jantungnya saat mendengar kata-kata Minho barusan, tapi kemudian key semakin menatap Minho tajam “AKU PACARNYA, MAU APA KAU??”

Jieun sontak saja membulatkan matanya saat mendengar perkataan Key barusan “Sanbae” guman Jieun sambil menatap Key.

Minho kini hanya menunjukan Smirknya “Jadi kau pacarnya hah? Dan kau harus tahu kalau aku itu adalah…”

“Geumanhae! ! !” teriak Jieun sambil menghempaskan lengan Minho.

“Ayo Jieun kita harus pergi! !” ajak Key pada Jieun

Namun Minho kemudian memegang lengan Jieun lagi “Apa kau tak dengar hah, aku mau pergi dengan pacarku! ! !” bentak Jieun pada Minho yang membuat Minho melepaskan lengan Jieun sekarang.

***

“Gomawo sanbae sudah mengantarkanku pulang ucap Jieun pada key , saat Jieun hendak pergi Key dengan cepat memegang lengan jieun dan membuat Jieun menyipitkan matanya.

“Emh Mianhae! !” ucap key dan membuat jieun semakin tak mengerti apa yang key aksud. “untuk apa?”

Untuk yang tadi saat aku bilang kau….” Key sekarang mengusap tengukanya.

“Soal aku bilang kalau kau pacarku” lanjut key dan saat itu juga Jieun tersenyum “Gwaencahana oppa, aku malah sangat berterima kasih padamu Oppa” balas Jieun sambil tersenyum.

“kalau begitu aku masuk dulu Sanbae!” pamit Jieun namun saat Jieun hendak pergi key malah memegang lengan Jieun lagi.

Jieunpun menatap Key seakan bertanya ada apa lagi, key pun menghela napasnya lalu “Apa bisa Kata-kata ku tadi jadi kenyataan?”

“Maksud sanbae apa?” tanya Jieun

“Ani, aku hanya senang kau memanggilku Oppa seperti tadi, aku meyukainya?” ucapan key barusan berhasil membuat mata jieun melotot dan dada keduanya sekarang berdetak sangat kencang.

***

“Jiyeon-ah” Jiyeonpun tersenyum dan melambaikan tanganya pada orang yang sedang berlari menghampirinya.

“Kau terlambat 10 menit Kim Myungsoo-ssi, Park Jiyeon yang cantik sudah menunggu lama dan hampir berakar disini” Jiyeon sekarang menunjukan senyumnya namun Myungsoo hanya diam sambil menatap Jiyeon.

“Wae?” tanya Jiyeon penasaran karena sikap Myungsoo

“Ah aniyo” jawab Myungsoo kemudian duduk disebelah Jiyeon.

Myungsoo sebenarnya cukup terkejut saat melihat Jiyeon karena wajah Jiyeon tampa makeup dan ayeliner yang biasa dia pakai. Myungsoo hanya merasa jika Jiyeon seperti ini dia semakin mirip dengan Ummanya, dan sekarang Myungsoo benar-benar seperti melihat sosok ummanya didalam diri Jiyeon.

“Hei Kim Myungsoo-ssi kenapa kau diam saja?” Jiyeon kini sedikit menyenggol lengan Myungsoo menggunakan sikutnya dan membuat Myungsoo tersadar dari lamunannya tentang ummanya.

“Oppa boleh aku bertanya sesuatu?” tanya Jiyeon “Hemh” jawab Myungsoo singkat.

“Oppa kemarin aku melihat Minho dan Jieun bertengkar, aku pertamanya kaget karena tak menyangka mereka sudah saling kenal, tapi tampaknya mereka sedang ada masalah. Sebenarnya aku tak ingin menanyakannya padamu tapi kalau aku menanyakannya pada Jieun dan Minho oppa, aku merasa tak enak pada mereka, aku takut disangka mencampuri urusan mereka” Jiyeon merasa sangat sedih saat mengatakan semuanya sebenarnya ia tak ingin menanyakannya pada Myungsoo tapi hanya Myungsoo harapan dia satu-satunya.

“Apa kau tahu, Appaku menikah dengan ummanya Minho 7 tahun lalu dan apa kau tahu juga mereka menikah saat ummaku sedang sakit keras dan 1 tahun kemudian ummaku meninggal, dan semenjak itu hubunganku dengan appaku dan keluarga barunya agak kurang baik” menurut Jiyeon yang diucapkan Myungsoo barusan merupakan sebuah tanda bahwa dia tak tahu apa-apa jadi Jiyeon memutuskan untuk berhenti membahas hal ini.

“Jiyeon-ah kau bisa sakit malam-malam seperti ini diam dipinggir sungai seperti ini” ucap Myungsoo yang bertujuan mengalihkan pembicaraan karena merasa tak suka mereka membicarakan Minho.

“Oppa apa aku boleh meminjam bahumu?” Tanpa menjawab Myungsoo langsung memegang kepala Jiyeon dan mengarahkannya ke bahunya.

“Kapanpun kau mau aku akan meminjamkan bahuku untukmu, jadi datanglah padaku saat kau ingin bersandar” Jiyeon merasa sangat beruntung memiliki seseorang seperti Myungsoo karena entah kenapa dia selalu merasa nyaman jika didekat Myungsoo. Bahkan dia selalu merasa ada yang hilang darinya jika Myungsoo tak ada disisinya. Jiyeon sendiri tak tahu kenapa dia merasakan hal seperti itu.

“Gomawo Oppa! !’ balas Jiyeon

Hening itulah yang terjadi dalam beberapa menit sampai Myungsoo menghela napas dan berencana mengatakan sesuatu yang sudah dia ingin katakan sejak dulu.

“Jiyeon-ah apa kau tahu saat pertama aku melihatmu aku sangat terkejut karena kau sangat mirip ummaku, dan akupun selalu ingin dekat denganmu karena jika aku didekatmu aku merasakan aku seperti bersama ummaku, tapi lama-kelamaan aku sadar  bahwa aku salah”

Myungsoo menghentikan kata-katanya dan menghela napas lagi “jiyeon-ah mulai sekarang aku harap kau tak mendekati Minho hyung lagi dan juga melupakannya karena hatiku sakit saat kau seperti ini”

“jadi mulai sekarang aku mohon jangan melihat kearah Minho lagi tapi lihatlah kearahku” Myungsoo menunggu reaksi Jiyeon namun dia merasa ada yang aneh karena sekarang dia bisa melihat cairan merah yang menetes di bajunya, dan saat dia melihatnya itu berasal dari hidung Jiyeon. Myungsoo tampak khawatir dia kemudian menepuk-nepuk pipi Jiyeon pelan “Jiyeon-ah irona Jiyeon-ah” namun Jiyeon tetap saja tak membuka matanya dan sekarang darah dihidungnya terus saja mengucur.

***

“Apa bisa latihan dance dengan gelap-gelapan seperti ini?” Jieun sekarang sedang berdiri didepan pintu ruang latihan dance disekolahnya, lalu dia menuju saklar dan menyalakan lampunya.

“Jieun-ah bagaimana bisa … “ Key tampak kaget dengan kedatangan Jieun namun Jieun kemudian mendekatinya lalu duduk disebelahnya.

“Ummamu meneleponku sanbae, dia khawatir  padamu! !” key hanya menyunggingkan smirknya saat mendengar perkataan Jieun barusan.

“Umma selalu seperti itu, dan dari mana dia tahu nomor handphonemu??” kata Key “Dia bilang dia sangat khawatir karena handponemu juga ditinggalkan dirumah, appamu juga khawatir dan masih menunggumu dirumah”

“Mianhae karena Ummaku merepotkanmu!” “Gwaencahana sanbae…. Eo sanbae apa kau mau mendengar nyanyianku?” tawar Jieun kemudian keypun mengangguk.

Jieun sekarang mulai menyanyi dan suara Jieun seakan membuat Key terhanyut kedalam sebuah fantasy yang sangat indah.

Dret~~~

Suara handphone jieun benar-benar membuat Key harus sadar dari lamunannya yang indah itu dan dia merutuki sang penelepon yang mengganggunya.

“MWO?” teriak Jieun histeris sambil membelalakan matanya.

“….”

“Ah ne arraseo eonni, aku akan kesana sekarang! ! ! eonni aku harap kau tenang”

Setelah Jieun menutup teleponya diapun menatap key tajam “Oppa antarkan aku ke rumah sakit sekarang” kini air mata mulai mengalir dari mata jieun.

***

Myungsoo sekarang sedang berjalan gontai dan matanya pun tampak memerah, dia sekarang seperti melihat flashback saat  ummanya harus terbaring dengan inpusan dan alat bantu pernapasan dulu.

Seakan trauma atas sakitnya ibu Myungsoo dimasa lalu harus terulang dia benar-benar tak bisa melupakan kata-kata dokter yang menangani Jiyeon.

Dia terus berjalan menuju kamarnya sampai dia berpapasan dengan seseorang yang tak lain adalah Minho, dan sekarang Myungsoo seakan ingat akan pertanyaan Jiyeon tentang Minho, Myungsoo tiba-tiba memukul Minho tanpa Minho bisa menghindar karena itu sangat tiba-tiba.

Minho sekarang terbaring dilantai sambil memegang ujung bibirnya yang sedikit berdarah akibat pukulan Myungsoo barusan.

“Itu adalah balasan karena kau membuat Jiyeon sedih” teriak Myungsoo sedangkan Minho hanya bisa menundukan kepalanya.

“Kau tak tahu apa-apa jadi jangan asal memukulku” kata Minho dengan datar dan sambil berdiri.

“Mwo? Tak tahu apa-apa? Aku memang tak tahu apa-apa jadi bisa kau beritahu apa hubunganmu dengan Lee Jieun?” Myungsoo sekarang menatap Minho tajam namun Minho hanya menunjukan wajah yang sangat biasa.

“Kenapa kau ingin tahu apa hubunganku dengan Jieun?” tanya Minho balik “Apa untungnya untukmu? Bukannya kau tak pernah perduli padaku hah?” kini Minho sedikit menaikan nada suaranya saat mengucapkan kata-kata tak pernah perduli padaku.

“Apa kau tahu hah sekarang Jiyeon sedang sakit parah dan kau menambah kesakitanya karena masalahmu dengan Sahabatnya itu!” teriak Myungsoo sambil mencengkram kerah baju Minho dan tangannya yang satu kini mulai mengepal “Yak! Kim Myungsoo kau ini seperti berandalan saja! ! “ Myungsoo dan Minho langsung menoleh pada sumber suara tersebut dan itu ternyata adalah appa Myungsoo dan ibu tirinya.

Myungsoo langsung melepaskan cengkramannya pada Minho dan langsung pergi dari hadapan mereka.

Myungsoo sekarang sedang duduk dipinggir kasurnya sambil menangis, dia benar-benar takut akan kehilangan Jiyeon seperti dia kehilangan ummanya dulu.

Tiba-tiba seseorang memasuki kamar itu dan duduk dipinggir Myungsoo tapi Myungsoo tak tertarik sedikitpun untuk menoleh pada orang itu.

“Ahjuma tahu kalau kau tak suka pada ahjuma dan memang seharusnya ahjuma menolak permintaan ummamu untuk menikah dengan appamu. Ahjuma tahu ahjuma takan bisa menggantikan posisi ummamu tapi kalau kau sedih kau bisa meminta ahjuma menjadi sandaranmu, karena jika melihatmu sedih ahjuma akan merasa bersalah pada ummamu karena membiarkanmu bersedih seperti ini” Myungsoo langsung menagis keras saat mendengar kata-kata umma tirinya itu.

“Aku takut kehilangannya seperti kehilangan umma! !”  “Eomonim apa yang harus aku lakukan?” Ny. Kim cukup terkejut saat mendengar Myungsoo memanggilnya eomonim karena ini memang pertama kalinya dia memanggil nya eomonim karena biasanya dia memanggil ibu tirinya itu ahjuma.

Ny. kim pun langsung memeluk Myungsoo dan menepuk-nepuk punggung Myungsoo. “Uljimayo Myungsoo-ya”  ucap Ny.Kim

Dikamar Minho  Tn.Kim sekarang sedang mengobati luka Minho akibat pukulan Myungsoo barusan. “Minho-ya maafkan appa karena tak bisa menjaga Myungsoo dengan baik” Minho hanya tersenyum “Tidak apa ini semua bukan salah appa, Myungsoo memukulku karena aku membuat wanita yang dia sukai bersedih”

“Wanita yang disukai Myungsoo?” ucap Tn.kim “Wanita itu mirip sekali dengan Taehi ahjuma “ seketika itu juga Tn.kim langsung membelalakan  matanya.

“Dan satu lagi, appa aku sudah menemukannya!” tuan Kim menyipitkan matanya saat Mendengar kata-kata Minho.

***

“Jieun-ah apa Jiyeon akan baik-baik saja?” tanya Eunjung sembari menangis dan memandang tubuh Jiyeon yang terbaring di ranjang rumah sakit.

“Dia takan apa-apa eonni, bukannya tadi kita sudah melakukan tes dan kita berdoa saja semoga ada salah seorang dari kita yang cocok dengan Jiyeon. Eunjung hanya terus saja menangis melihat ponakannya harus mengalami hal seperti ini.

Key yang sedari tadi disana menemani Jieun dan Eunjung pun tak kalah Prihatin dengan keadaan Jiyeon. Bahkan Key sampai ikut tes untuk menjadi donor sumsum tulang belakang untuk Jiyeon.

Klek~~~

“Jiyeon-ah” kini seorang wanita paruh baya masuk dengan tergesa-gesa dan langsung menangis sambil memeluk Jiyeon.

Orang itu memang tak asing lagi bagi orang-orang yang ada disana karena orang itu adalah ummanya Jiyeon sekaligus artis senior Ham Eunsoo, namun beda dengan Key yang sangat terkejut dengan apa yang dia lihat sekarang bukan karena mengetahui umma Jiyeon adalah seorang artis tapi karena lelaki paruh baya yang datang bersama ny. Ham atau umma Jiyeon barusan.

Namun bukan hanya Key yang kaget setelah melihat lelaki paruh baya itu tapi juga lelaki paruh baya itu seakan terkejut karena melihat Key disana.

Sekarang Key menatap orang itu tajam dan dengan tatapan amarah “Jieun-ah aku pamit dulu” pamit Key dan membuat Jieun sedikit heran dengan sikap Key.

Key terus berjalan menuju tempat dimana dia memarkir motornya sampai seseorang menarik langannya.

“Kim kibum bisa kita bicara sebentar? “ tanya orang itu namun key seakan malas menanggapi ajakan orang tersebut.

“Maaf aku harus pulang ibuku menungguku dirumah, karena aku takan membiarkan umma menungguku seperti dia menunggumu” Key menekankan kata rumah saat mengatakan hal barusan.

“Mianhae kibum-ah appa tak bermak…”

“Jadi dia perempuan yang membuatmu tak memperdulikan ummaku selama ini? Jadi perempuan itu yang tak pernah bisa kau lupakan?” mata key sekarang mulai mengeluarkan air mata dan itu membuat hati Tn. Kim semakin bersalah pada anak dan istrinya.

“Mianhae Mianhae Jeongmal Mianhae Kibum-ah appa memang seorang suami dan appa yang tak berguna! !” ucap tuan kim sangat lirih dengan mata mulai memarah.

Tanapa sengaja Jieun yang mengikuti Key keluar karena dia merasa ada yang aneh dengan Key barusan hanya bisa menutup mulutnya dengan tangannya sekarang karena terlalu shock dengan percakapan Key dengan pria yang datang dengan  umma Jieyon barusan dan Jieun semakin shock setelah tahu bahwa pria itu adalah appa dari Kibum.

~~~TBC~~~

Iklan

12 thoughts on “Hard but easy [Chapter 4]

  1. woah.. Bagus bgt ceritanya cingu. Tapi aku penasaran bgt sama hubungan minho & IU . haduh,, stelah ada minho aku jd galau mau shipping siapa. minhoIU shipper iya, tapi keyIU shipper juga iya. hehehe
    Terserah deh, Update soon cingu..

  2. ah,ribet banget kisahnya.
    kasian jiyeon.gara gara minho jiyeon jadi sakit,sebel ama minho.
    kayaknya myungsooo suka nich ama jiyeon,semoga donornya cepet di temuin.cepet sembuh ya dino onnei

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s