Title                 :  YOU [ Kai & Jieun story]

Author             : Park hana

Cast                 :  Kim Jongin (kai),  Lee Jieun

Support cast    : Park Jiyeon ,Park Chanyeol, Park sunyoung /luna F(x), Lee Taemin

Genre              : romance, friendship, AU

Length             : one shoot

Rating              : G

Disclimer : Semua cast milik Tuhan saya hanya pinjam nama sama muka mereka.lol

Walaupun FF saya biasa za bahkan tidak apa-apanya dengan FF yang lain tapi ini hasil saya memeras otak saya so Don’t be plagiator ok^^.  Bagi yang gak suka castnya silahkan bayangkan castnya sesuai keinginan anda.

Warning          : typo dimana-mana karena typo adalah keindahan dalam FF

Begin~~~~

“Taemin-ah” seorang gadis kini sedang mengikuti seorang pria yang sedang berjalan. Gadis itu terus mengikuti pria tadi dengan mata yang berbinar dan kini hatinya berdebar kencang karena kerinduannya selama bertahun-tahun akan terobati.

Seorang pria sedang berjalan dengan santai dan memajongin headphone ditelinganya. dia berjalan sambil mendengarkan music tanpa peduli orang-orang disekitarnya, tapi kemudian dia merasakan seolah-olah ada orang yang mengikutinya.

Gadis itu kini benar-benar tidak sadar kalau dia sudah lumayan lama mengikuti pria tadi. Tapi tiba-tiba pria itu mempercepat jalannya dan kini gadis itu sudah kehilangan pria yang diikutinya itu. Gadis itu menghela napasnya dan kini mata yang berbinar itu  menunjukan  kesedihan lagi “aku kehilangan dia lagi” lirihnya sambil menatap kosong kedepan.

“kau sedang mencariku agassi?” terdengar bisikan ditelinganya yang membuat gadis itu tersadar dan menoleh kearah bisikan itu.

Kini seorang pria sedang berdiri didepannya. Gadis itu terus menatap pria yang ada dihadapannya itu. Wajah yang sudah tak asing lagi, wajah yang dia kenal. Pria tadi memandangi gadis itu dengan seksama dan jujur saja pria itu bingung sekaligus risih dengan tatapan gadis dihadapannya itu.

“maaf” kata gadis itu sambil mengambil langkah mundur, dan pria itu semakin tak mengerti dengan sikap gadis yang ada dihadapannya itu.

“Jieun-ah” pria itu  melihat dua orang gadis yang menghampiri gadis yang dihadapannya sekarang, yang sudah dia yakini bahwa mereka adalah teman gadis aneh ini.

“kau kemana saja ? Tega sekali meninggalkan kami?” protes salah satu dari dua gadis yang baru datang itu.

“oh mianhae. Jiyeon-ah, sunyoung-ah kajja ” gadis itu langsung menarik tangan kedua temannya itu.

“chakkaman, jieun-ah kau tak pamitan padanya”  gadis satunya yang rambutnya agak pirang menunjuk kearah pria yang diikuti gadis bernama Jieun tadi. Gadis bernama Jieun tadi kemudian menghampiri pria itu dan membungkuk dihadapannya “mianhae aku kira kau orang yang kukenal”

“ah gwaenchana” kata pria itu sambil tersenyum kearah Jieun.

*****

Jongin Pov

Aisshhh umma dan appa menyebalkan sekali selalu seperti ini, membuat keputusan tanpa seijinku. Mereka menyebalkan sehingga membuatku harus meninggalkan teman-temanku. Korea memang tanah kelahiranku, tapi aku sudah dari kecil tinggal di china dan sekarang aku merasa asing di negaraku sendiri.

Aku terus menekuk mukaku didalam mobil, Inilah hal yang sekali lagi membuatku kesal karena Ummaku bersikeras mengantarkanku kesekolah karena dia takut aku tersesat. Aigoo otak ummaku memang sedikit eh tidak sedikit malah sudah rusak akut. Maafkan aku umma yang mengejekmu tapi ini adalah kenyataannya.

“aigoo chagiya kau tak senang pindah ke sini?” tanyanya sambil tersenyum riang melihat pemandangan diluar mobil.

“aku tak mau meninggal muda jadi menyetirlah dengan benar” kataku dingin

“tenanglah chagi aku sudah ahli menyetir” aku hanya memutar bola mataku dan tak menghiraukan senyumannya yang lebar itu.

Akhirnya aku sampai disekolah dan kini aku berjalan dikoridor sekolah sendirian. catat SENDIRIAN dan ini yang membuatku lega, sendiri tak ada ummaku yang  aneh mengikutiku.

aku terhanyut akan kesenangan ku yang terbebas dari ummaku sehingga membuatku melupakan kalau aku tak tahu ruang kepala sekolah.

“hei kau yang kemarin kan?” seorang yeoja kini tengah menghampiriku dan tampaknya dia murid sekolah ini, tapi tunggu apa maksudnya yang kemarin?aku memandang lekat gadis dihadapanku itu dan ah aku ingat dia itu teman gadis aneh yang mengikutiku kemarin.

“oh kau teman gadis aneh yang kemarinkan?” tanyaku dan kini dahi gadis itu mengernyit

“mwo! ! gadis aneh?” “YAK! JANGAN PANGGIL TEMANKU SEPERTI ITU” teriaknya dihadapnku sambil berkaca pinggang dan jujur saja wajah cantiknya berubah menakutkan.

Tapi kemudian temannya datang dan menyeret gadis itu lalu memberitahuku ruang kepala sekolah tentunyasetelah aku bertanya padanya. Kalau mereka sekolah disini berarti gadis aneh itu disini juga.eh tapi kenapa aku jadi kepikiran gadis itu?.

*****

Jieun POV

Aku melihat dia lagi, orang yang mirip dengan taemin yang kemarin aku ikuti. Aku sempat senang karena aku sangka dia taemin karena wajahnya mirip dengan wajah taemin, tapi setelah aku melihatnya dengan seksama terutama tatapan mata dan senyumannya sangat berbeda dengan tatapan dan senyum milik taemin.

Aku sungguh merindukannya, Merindukan lee taemin teman sekelas sekaligus tetanggaku sewaktu disekolah dasar. Sudah lima tahun sejak saat itu dan aku sangat merindukan taemin. Kemana taemin pindah dan kenapa taemin tidak pernah mengirimiku kabar.

“taemin-ah kau sedang apa sekarang dan dimana kau sekarang?”  aku menghela napas berat sambil memandang keluar jendela kelasku.

“YAK! PARK CHANYEOL MENYEBALKAN!!!!!” aku melihat jiyeon datang dengan muka yang sangat kesal dengan sunyoung dibelakangnya yang sedang cengengesan membuatku tertawa melihat wajah kesalnya.

“kenapa lagi pangeran gigimu jiyeon sayang?” tanyaku pada Jiyeon dan langsung dibalas glare death olehnya, Dan itu membuat tawaaku dan sunyoung semakin menjadi.

“KALIAN MENYEBALKAN SAMA SEPERTI NAMJA BERNAMA PARK CHANYEOl” teriak jiyeon membuatku semakin tak bisa menghentikan tawaku begitu juga sunyoung.

Jieun POV end

 Jongin POV

Lee jieun gadis itu kenapa selalu ada dipikiranku, tiap aku melihat dia kenapa jantungku selalu berdetak cepat. Tatapan matanya ketika sedang menatapku kenapa aku sangat menyujonginnya, tatapan yang sangat teduh dan membuatku hangat walaupun kadang tatapan itu seperti sedang menyimpan sebuah kerinduan. Ya Tuhan kenapa aku jadi melankolis begini semenjak aku bertemu gadis bernama lee Jieun itu.

Kami sekarang satu sekolah bahkan rumah kami bersebelahan, aku semula kaget saat melihat gadis yang mirip jieun sedang memasuki rumah disebelah rumahku. Tapi itu memang Jieun, lee jieun atau haruskah aku memanggilnya Jieun noona karena dia ternyata sanbaeku di sekolah. Dia sekarang kelas 3 dan aku kelas 2.

Pagi ini aku sudah siap dengan motorku untuk berangkat kesekolah, aku bahagia karena appa akhirnya membelikanku motor baru jadi aku tak harus diantarkan oleh ummaku yang aneh itu setiap hari.

Aku mulai menyalakan mesin motorku, dan sebelum aku menggas motorku aku melihat kearah rumah jieun “apakah dia sudah berangkat yah?” gumanku

“dia sudah berangkat tadi, kau telat makanya bangun harus pagi supaya kau bisa berangkat bersamanya” suara itu aku sangat mengenalnya karena itu suara ummaku.

Tanpa mempedulikan perkatannya, aku langsung melajukan motorku dan aku dapat mendengar ummaku berteriak-teriak sambil melambaikan tangannya, sungguh memalukan.

Jongin POV end

****

Jieun POV

Namja itu bernama Kim jongin, namja yang mukanya mirip dengan taemin itu sekarang dia adalah tetanggaku dan bahkan dia  tinggal di rumah yang taemin tempati dulu.

Malam ini kami sekeluarga diundang ny.kim untuk makan malam dirumahnya, yah semenjak 3 bulan lalu kami jadi tetangga. Keluargaku dan keluarga jongin jadi sangat akrab apalagi ummanya jongin sangat ramah dan menyenangkan. Aku memasuki rumah ini lagi, rumah yang sudah tidak aku masuki selama 5 tahun. Aku masih ingat dimana kamar taemin dan dimana saja kami biasa bermain.

“hai jieun noona” sapa jongin dan lagi-lagi aku seperti melihat bayangan taemin dalam diri jongin.

“annyeong Jongin-ah” sapaku

Setelah makan malam selesai aku memutuskan untuk duduk ditaman belakang rumah jongin, aku terus teringat kenanganku dengan taemin saat kami kecil bermain disini.

“Jieun noona kau bisa sakit kalau kau diam diluar, anginnya sangat kencang” aku menoleh kesumber suara itu dan itu Jongin, akupun tersenyum kearahnya.

“gwaenchana, malam ini sangat indah” kataku dan aku melihat jongin duduk disebelahku.

“noona apa kau sangat merindukan namja bernama Lee Taemin itu?”Tanya jongin dan itu membuatku kaget.

Aku menghela napasku “aku merindukannya jongin-ah, bahkan aku tak sempat mengatakan kalau aku….”

“bisakah aku gantikan namja bernama taemin itu noona?” apa yang baru saja jongin katakan membuatku tercengang, siapa saja katakan kalau aku salah dengar.

“jongin-ah aku….”belum selesai aku berbicara jongin kini sudah memeluku “biarkan aku menggantikan namja bernama taemin itu noona” katanya lagi sambil memeluku erat. Aku bisa merasakan suhu tubuhnya yang hangat dan entah kenapa pelukannya membuatku nyaman.

Jieun POV end

pagi-pagi sekali Jongin sudah rapi dengan seragamnya dan dia sekarang menuju rumah tetangganya atau bisa di sebut sekarang rumah kekasihnya.

“ahjuma apa Jieun noona sudah siap?” Tanya jongin pada ny.lee

“ne aku sudah siap jongin-ah” begitu mendengar suara jongin, jieun langsung menghampirinya.

Beginilah keseharian mereka setelah menjadi sepasang kekasih, mereka selalu berangkat bersama dan pulang bersama bahkan disekolah jongin selalu menghampiri jieun dikelasnya.

“yak! Kalian berdua pagi-pagi begini sudah berduaan disini?apa kau tak liat ini didalam kelas dan  kau jong-in pergi kekelasmu bel masuk sebentar lagi berbunyi” Jiyeon yang baru datang langsung dengan cerewetnya menceramahi Jieun dan jongin.

“Jiyeon noona kau menganggu saja, iya aku mau pergi” kata jongin sambil beranjak dari duduknya.

“oh ya noona apa kau mau menitip salam pada chanyeol hyung?” goda jongin pada jiyeon dan itu berhasil membuat  jiyeon kesal, jongin yang mengetahui keadaan akan memburuk jika dia tak lari kemudian mengambil langkah seribu untuk menghindari amukan jiyeon.

“YAK! Lee jieun pacarmu menyebalkan” kata jiyeon sambil mengembungkan pipinya tapi hanya di tanggapi senyuman oleh jieun “bagaimana kelanjutan hubunganmu dengan pangeran gigimu itu? “ Ledek jieun pada jiyeon dan kata-kata jieun itu membuat muka jiyeon makin menekuk.

“annyeong” sapa seseorang yang baru datang dan ternyata itu adlah sunyoung.

“sunyoung-ah matamu kenapa jadi seperti mata panda begitu ?” Tanya jieun “dia pasti chattingan lagi dengan pangeran china nya sampai malam” kata jiyeon dan sunyoung hanya mengangguk sambil memandang Jiyeon dan jieun dengan mata yang berkantung.

****

Jieun POV

Hari ini aku, jongin, sunyoung,jiyeon dan chanyeol pergi jalan-jalan dan berencana untuk menonton dibioskop.

“ok sudah lengkap semua ayo kita masuk” ajak jongin

“yak! Kenapa kalian mengajak manusia menyebalkan ini?” kata jiyeon menunjuk  chanyeol

“chagi ini kan kencan jadi bisakah kau bersikap lembut padaku sehari ini saja” aku sungguh ingin tertawa mendengar perkataan chayeol. Chanyeol memang sangat menyujongin jiyeon tapi tidak dengan jiyeon karena dia selalu kesal jika didekati chanyeol.

“JANGAN ASAL BICARA KAU!!!  AKU TAK MAU KENCAN DENGANMU” teriak jiyeon

Mereka memang selalu seperti ini, mereka sangat lucu. Kami hanya bisa tertawa kalau melihat mereka sedang bertengkar.

Namun kemudian aku melihat seorang yang aku kenal dan itu taemin, aku langsung berlari  tanpa berbicara apa-apa pada jongin dan teman-temaku dan berharap bahwa itu benar Taemin. Namun nihil, aku malah kehilangan orang itu karena banyaknya orang disini.

“jieun-noona ada apa?” tiba-tiba seseorang menepuk pundakku dan saat aku meoleh itu jongin, dia pasti khawatir karena aku tiba-tiba berlari dan aku bisa melihat napasnya tersenggal-senggal.

“aku tadi seperti melihat temanku tapi sepertinya aku salah, ayo kita kembali” aku langsung mengajak jongin untuk kembali ketempat tadi.

Jieun POV end

Jongin POV

Aku khawatir kenapa jieun langsung berlari dan aku melihatnya  seperti sedang mencari seseorang, dan kenapa aku merasa yang dia cari itu namja bernama Lee Taemin. Kenapa hatiku rasanya sakit sekali kalau mengingat namja itu, namja yang jieun bilang mirip denganku. Kenapa aku yang harus mirip dengannya.

Aku selalu bingung dengan hubungan kami, jieun tak pernah mau aku pegang tangannya, tak pernah mau aku cium,  kenapa dia selalu menolak skinship denganku. Jangankan skinship bahkan dia melarangku memanggilnya chagi dia hanya bilang lebih suka aku memanggilnya jieun noona. Itu memang tak masalah tapi dia selalu bersikap biasa padaku, aku kadang selalu ingin dia cemburu saat aku bersama wanita lain. Aku ingin dia memanggilku chagi sekali-kali, ini memang kekanakan tapi aku ingin

Aku selalu merasa dia hanya menganggapku sebagai bayangan taemin, apakah aku menyedihkan? tapi aku benar-benar takut kehilangan dia. Bahkan aku tak pernah menanyakan apa dia mencintaiku atau tidak. Jujur aku takut jika tak ada aku dihatinya. Taemin seperti apa orang itu sebenarnya.

Jongin POV end

Hari ini Jieun tidak bersama Jongin ke sekolah karena menurut ibunya jongin, jongin semalaman tak pulang. Mendengar itu Jieun bertambah khawtir pada namjachinggunya itu karena memang handphonenya jongin tak dapat dihubungi sejak semalam. Jieun berjalan dengan pikiran yang sangat kacau bahkan dia sampai tak sadar jika sekarang dia bukan berjalan kekelasnya tapi malah berjalan menuju kelasa jongin.

Jieun sekalian saja mencari jongin tapi dia tak terlihat ada dikelasnya “jongin-ah kau kemana ?” guman Jieun . setibanya dikelas jieun hanya diam sambil melihat kearah jendela, pikiranya sungguh sangat kacau bahkan saat pelajaran dimulaipun tak ada satupun yang jieun dapat cerna karena memang pikirannya sedang kacau.

Sepulang sekolah Jieun mencoba kerumah jongin tapi lagi-lagi Jieun tak menemukan jongin karena menurut ummanya- ny.Kim  jongin pulang sebentar lalu pergi lagi.

“apa kalian ada masalah?” Tanya ny.kim pada Jieun namun seingat Jieun mereka memang sedang tak ada masalah.

“aku melihat wajah jongin sangat sedih, aku tak pernah melihatnya seperti itu. Ahjuma sudah mencoba bertanya padanya tapi dia tak mau memberitahuku, aku merasa gagal jadi ibu Jieun-ah” ny.kim sekarang sedang menangis dipelukan Jieun, sungguh Jieun tak mengerti kenapa jongin seperti itu dan kenapa jongin tak mau menceritakannya pada Jieun.

“ahjuma aku kan coba menanyakannya pada jongin nanti” ucap jien sambil menepuk-nepuk pundak ny.kim

Jieun POV

Sudah 2 hari aku tak bertemu dengan jongin, kemarin dia tak masuk sekolah dan tak pulang kerumah, Kemana dia sebenarnya. Aku benar-benar khawatir apalagi setelah kemarin mendengar apa yang dikatakan  kim ahjuma.

Aku mencari jongin kekelasnya lagi dan betapa senangnya aku saat melihat orang yang aku cari sedang duduk sambil memangku dagunya. Aku langsung saja menghampirinya dan duduk didepan bangku yang jongin duduki.

“kau kemana saja kemarin jongin-ah?’ tanyaku “tak kemana-mana noona” jawabnya namun dia tak menatapku, kenapa anak ini tak biasanya. Bel sekolah memang kadang tak sopan karena berbunyi seenaknya tak tahu situasi dan kondisi.

“sudah bel, aku mau kekelas dulu, annyeong” pamitku tapi dia tak menjawab, dia diam dan aku rasa dia benar-benar aneh hari ini apa dia sakit yah.

Saat istirahat aku bermaksud menghapiri jongin lagi, karena aku khawatir dengan sikap anehnya hari ini. Dan itu dia sedang bermain basket, aku segera pergi kekantin untuk membeli air mineral untuk jongin.

“ini ” aku menyerahkan air mineral yang tadi aku beli

“aku bawa minum noona” katanya sambil menunjukan air mineral ditanganya dan aku hanya tersenyum kecut “aku permisi dulu noona aku ingin ketoilet” pamitnya dan kenapa sikapnya seperti itu padaku. Jiyeon dan sunyoung yang melihatku terdiam langsung menghampiriku dan bertanya apa yang terjadi.

“ah tidak ada apa-apa” jawabku sambil tersenyum karena tak mau jiyeon dan sunyoung khawatir

****

Sudah seminggu ini aku merasa kalau jongin menjauhi diriku, sedih? Tentu saja aku sedih dengan sikap jongin yang notabennya adalah namjachinguku. aku benar-benar merasa kehilangan jongin yang dulu selalu bersamaku. Sekarang aku sedang berjalan dikoridor sekolah dan aku melihat jongin sedang tertawa bersama  canyeol dan seorang gadis.

Entah kenapa aku sangat sedih saat melihat jongin tersenyum seperti itu, bukan karena aku tak suka jongin tertawa tapi karena aku merindukan tawa itu, merindukan jongin yang selalu menjemputku yang selalu menjagaku, selalu mengirimiku pesan dan memperhatikanku.

“hai Jieun” sapa seseorang dan ternyata itu chanyeol

“annyeong chanyeol-ah, jongin-ah “ balasku

“aku permisi dulu aku ada piket hari ini” kataku sambil melanjutkan jalanku, namun samar-samar aku mendengar gadis yang bersama jongin bertanya pada jongin “ jongin-ah kenapa kau tak menyapa Jieun sanbae? Apa kau sudah putus denganya?” aku memperlambat jalanku karena ingin mendengar jawaban jongin tapi bagaikan petir disiang hari saat aku mendengar jawaban yang muncul dari mulut jongin “ wae? Apakah kau berencana mendekatiku”

Aku rasa memang jongin sudah tak meyukaiku lagi, tapi kenapa dia bisa berubah secepat itu?apa dia tak mengerti kalau aku benar-benar merindukannya.

“Jieun-ah kau kenapa akhir-akhir ini terlihat begitu lesu?” Tanya Jiyeon, aku tak menjawab hanya senyuman yang aku tunjukan senyuman paksa sejujurnya.

“Jieun-ah kenapa aku tak pernah melihat jongin kekelas kita lagi?” pertanyaan jiyeon langsung membuatku meneteskan air mata.

“jieun-ah wae?kau kenapa?kenapa kau menangis?” jiyeon tampak khawatir namun aku malah menangis semakin keras.

Jieun POV end

*****

Jongin POV

Mwo? Hari ini jieun tak masuk? kenapa dia? Aku benar-benar khawatir saat mendengar ucapan jiyeon noona.

“tampaknya dia depresi dengan sikapmu jongin-ah” kata sunyoung noona dan itu membuatku merasa bersalah. ” Sebaiknya kita sudahi ini semua, aku tak tega melihat jieun seperti itu” jiyeon noona memang benar sebaiknya aku sudahi semua ini.

“aku tak pernah melihatnya menangis seperti itu bahkan sampai dia tak sekolah” kata sunyoung noona “benar ini sudah lebih dari cukup membuktikan kalau dia mencintaimu jongin-ah” chanyeol hyung pun ikut berbicara.

Jujur saja aku sendiri tersiksa harus bersikap seperti ini selama seminggu ini pada jieun noona, aku benar-benar merindukannya, aku memang ingin tahu apakah jieun noona menykaiku jadi aku menyetujui saran chanyeol hyung untuk menjauhi jieun noona dan berpura-pura bersikap dingin padanya. Tapi aku tak menyangka dia sampai seperti ini, aku benar-benar pria yang jahat karena membuat gadis yang aku cintai menangis.

Aku, jiyeon noona, sunyoung noona dan chanyeol hyung sudah berada dirumah jieun noona, lee ahjuma bilang Jieun noona sedang tidur dikamar, dia tak mau turun dari tmpat tidurnya sejak tadi pagi. Aku menuju kamar jieun noona sendiri karena aku ingin membicarakanya berdua dulu dengan Jieun noona.

Sekarang aku sudah berada didepan pintu kamar jieun noona, sebelum aku masuk aku menghela napasku dulu. Aku mulai membuka pintu dan dapat aku lihat Jieun noona yang sedang duduk sambil memeluk kakinya.

“noona” panggilku dan sekarang dia mengangkat mukanya lalu memandangku dan dapat aku lihat wajahnya sangat kusut matanya yang bengkak .Ya Tuhan apa yang sudah aku lakukan pada gadis yang ku cintai ini?aku benar-benar merasa kalau aku adalah lelaki yang sangat jahat.

“KIM JONGIN NAPPEUN” teriaknya sambil melempar ku dengan bantal dan akupun tak menghindar, aku biarkan  bantal itu mengenaiku.

Jieun noona  mulai turun dari ranjangnya dan menghampiriku lalu bisa aku lihat matanya mengeluarkan air mata “noona” kataku lirih

“kau jahat, kenapa kau melakukan hal ini padaku? Apa salahku? Apa kau tak benar-benar menyukaiku?apa kuasamu melakukan ini padaku?apakah kau memang tipe pria brengsek? Tapi kenapa aku harus menyukai lelaki brensek sepertimu, lelaki yang sudah membuatku menangis selama seminggu ini”

Apa tak salah yang aku dengar kalau dia menyukaiku? Aku benar-benar senang mendengarnya.

Dia sekarang sedang berdiri menunduk sambil menangis tersedu-sedu “mianhae noona, jeongmal mianhae karena kecemburuanku pada taeminmu itu, aku jadi pria yang jahat”kataku sambil merengkuhnya dan memeluknya. Jieun noona hanya diam tak membalas pelukakanku, dia terus saja menangis.

Akupun melepas pelukanku lalu mengusap air mata dipipinya  “geumanhae noona, kalau kau terus-terusan menangis aku semakin merasa kalau aku adalah lelaki yang jahat”

“kenapa kau cemburu pada taemin?” tanyanya sedangkan aku hanya mengusap tengukku bingung harus mulai dari mana.

“noona tahu kenapa?” Tanya ku sambil memajukan jariku menuju matanya dan menyentuh matanya lembut ‘karena aku selalu merasa mata ini selalu melihatku sebagai Lee Taemin bukan kim jongin”  lalu  turun perlahan dari hidung ke bibir dagu  sampai dijantungnya dan dihati ini masih mengharapkan taemin, dan itu yang membuatku cemburu”

Chu~~~

“kau salah jongin” kata jieun noona lalu mencium bibirku singkat dan ciuman itu berhasil membuatku sangat terkejut dan tak bisa menggerakan tubuhku.

Aku hanya bisa menatap kosong kedepan lalu memegang bibirku “noona”

Jieun noona memajukan jarinya dan menyentuh mataku lembut ‘apa ini semua bisa membuktikan kalau hanya mata ini yang selalu membuatku berdebar saat mata ini memandangku sampai-sampai aku tak mampu memandang mata ini”  lalu jarinya mulai turun perlahan dari hidungku lalu bibir “senyuman dari bibir ini yang selalu membuatku bahagia dan membuat aku senang saat bibir ini menyebut namaku”  kemudian jarinya turun kedaguku lalu berhenti dijantungku  “dan aku selalu bahagia saat aku tahu kalau dihati ini hanya ada aku, dan itu yang membuatku menyukai kim jongin” dia tersenyum dan demi apa aku benar-benar senang mendengarnya mengatakan semua itu,

“aku sangat menyukai kim jongin  karena nama ini yang membuatku bahagia jadi aku tak ingin menggantinya dengan panggilan sayang apapun”

“dan setiap kali tangan ini menyentuhku, pikiranku mulai kacau karena terlalu senang memiliki pemilik tangan ini”

“jadi taemin?” tanyaku

“Lee Taemin adalah temanku yang selalu aku rindukan, dia tak bisa disamakan dengan  seorang Kim Jongin yang bukan hanya aku rindukan tapi juga aku cintai”

Entah kenapa mendengar perkataanya dari mulutnya membuatku ingin melompat-lompat, tapi yang paling aku ingin adalah mengulangi hal tadi saat bibir noona menyentuh bibirku. Tanpa sadar aku memajukan wajahku dan aku lihat jieun noona juga sudah menutup matanya.

“woi woi jangan melakukan hal yadong disini” suara menyebalkan siapa yang berani mengganggu kegiatan aku dan jieun noona, dan ternyata itu suara jiyeon noona, mengetahui teman-temannya datang jieun noona langsung mendorongku pelan dan aku langsung mendengus kesal pada  orang-orang menyebalkan ini.

“kalian mau melakukan apa?” goda jiyeon noona dan aku tak mau menjawabnya karena masih kesal

“chagi kau masih bertanya, mereka mau melakukan hal yang sering dilakukan sepasang kekasih kalau kau mau kita juga bisa melakukan itu, mau kapanpun aku siap” chanyeol hyung benar-benar terobsesi pada jiyeon noona dan perkataanya tadi membuat jiyeon noona mentapnya dengan death glarenya

“DIAM KAU DASAR PARK CHANYEOL BODOH” teriak jiyeon noona

“noona aku sarankan jangan mau melakukannya dengan chanyeol hyung atau bibir mu akan terluka karena giginya” ledekku yang berhasil membuat chanyeol hyung mendengus kesal.

“YAK KIM JONGIN BILANG APA KAU BARUSAN! ! !” teriak chanyeol hyung dan aku langsung saja bersembunyi dibelakang jieun noona.

“noona tolong lindungi pacarmu ini” rengekku dan membuat jieun noona dan jiyeon noona tertawa tapi tidak dengan chanyeol hyung yang terlihat masih murka dengan kata-kataku.

“eh mana sunyoung noona?” heranku karena hanya ada jiyeon noona dan chanyeol hyung.

“dia sedang asik dengan handphone nya”jawab jiyeon noona enteng.

Jongin pov end

End

Iklan

2 thoughts on “

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s