Love’s way (Part 1)

Title : Love’s way [Part 1]
Author : park hana
Cast : park jiyeon, lee jieun , Jo Youngmin, Jo Kwangmin, Kim Myungsoo/L, kang minhyuk
Jung soojung (Cameo)
Genre : romance, friendship
Length :series
Rating : G

Hari yang sangat dingin sedingin hati dan tatapan seorang gadis yang sedang memandangi sebuah gerbang sekolah, entah apa yang ada dipikiran gadis itu tapi dalam tatapan dinginnya itu tersirat sebuah kerinduan yang mendalam.
Gadis itu mulai memasuki sekolah dan berjalan menyusuri koridor mencari ruang kelasnya. Dia berhenti di depan sebuah pintu yang bertuliskan 1-3 “ah ini dia kelasku” ketika akan masuk kelas tanpa sengaja dia menabrak seseorang “ah mianhae” katanya sambil membungkuk, tapi betapa terkejutnya ketika dia mengangkat wajahnya. “neo” katanyanya kaget.
Orang itu hanya tersenyum sinis “kalau jalan itu mata harus digunakan, dasar bodoh” mendengar orang itu memanggilnya bodoh, gadis itupun mengepalkan tangannya dan menatap orang itu sinis “ yak! Jo youngmin-ssi apakah seorang calon artis pantas berkata seperti itu?sungguh bodoh sekali orang yang nanti mengorbitkanmu, orang yang tak punya sopan santun” balas gadis itu.
“apakah orang yang tak lolos audisi pantas berkata seperti itu, dasar sampah?” kata orang yang tak lain bernama jo youngmin . Suasananya pun mulai terasa memanas, apalagi emosi dari youngmin maupun jiyeon sudah memuncak.
“hei jiyeon, kau bersekolah dini juga?” mendengar namanya dipanggil, jiyeon pun menoleh.
“kwangmin-ah!!” kata jiyeon ketika melihat orang itu.
Namja yang bernama kwangmin itu menghampiri jiyeon dan yeongmin lalu mengacak-ngacak rambut jiyeon. “omo kita satu sekolah lagi” kata kwangmin senang.
“yak berhenti melakukanya, nanti rambutku rusak dasar kwangmin jelek” protes jiyeon seraya menarik tangan kwangmin dari kepalanya dan memanyunkan bibirnya.
Kwangmin yang melihat ekspresi jiyeon hanya tertawa geli
“ehemp” deheman youngmin sontak menyadarkan kwangmin dan jiyeon.
“youngmin-ah kau ada disini juga?maaf aku sampai tak sadar” kwanginpun menepuk pundak youngmin, tapi tiba-tiba youngmin menghempaskan tangan kwangmin dan membuat kwangmin heran.
“aku sudah mau pergi, aku muak disini” kata youngmin sambil melirik sinis kearah jiyeon lalu pergi dari hadapan kwangmin dan jiyeon. kwangmin yang melihat pemandangan itu langsung mengerti dengan sikap saudara kembarnya itu.
“dia masih marah padamu ya?” kata kwangmin sambil melihat punggung youngmin yang terus menjauh.
Seakan tak ingin memperdulikan perkataan kwangmin jiyeon pamit untuk masuk kelas. Ya, mungkin dengan kata lain jiyeon berusaha lari dari pembicaraan ini.
“jiyeon-ah kenapa kau tak mengatakan yang sebenarnya pada youngmin?” Batin kwangmin.
*********
Lee jieun pov
Hah hari ini hari pertama aku masuk sekolah menengah, sekarang aku bukan lagi anak smp dan yang membuat aku bahagia adalah aku akan satu sekolah dengan my hero. Aku pun melangkah dengan senyum yang selalu terpasang di wajahku. Aku berjalan menyusuri koridor sekolah baruku dan aku juga manajamkan pandanganku, siapa tahu aku bertemu my hero. Dan “dingdong” today is my lucky day, aku melihat my heroku sedang berdiri di depan kelas yang aku tebak itu adalah kelasnya. Dia sungguh keren dengan headset di telinganya, matanya terpejam dan tangannya dimasukan kedalam saku celananya. Oh God terima kasih karena telah menciptakan makhluk seperti dia. Aku terus memperhatikannya sampai sampai aku tak sadar berjalan asal dan menabrak tiang.

“aw” ringisku sambil memegang kepalaku yang sudah dipastikan benjol karena tiang sialan dihadapanku.
“gwaenchana” kemudian aku mendengar suara seseorang yang menanyakan keadaanku, dan akupun tersenyum karena aku yakin itu pasti my hero.
aku pun mengangkat kepalaku “ne gwaencha….” Kata-kataku terhenti saat aku melihat seorang namja yang sedang ada dihadapanku, akupun melihat kesana kemari.
“kemana my hero?” batinku dan akupun merasakan benjolanku mulai melipat ganda rasa sakitnya.
“yak, agesshi gwaenchana?” Tanya namja itu lagi
akupun melihat kearah namja itu dan mengangguk.lalu namja itu membantuku berdiri.
“apa perlu ke uks?” tanyanya
Aku hanya menggeleng dan langsung membungkukkan badanku sambil berterima kasih pada namja itu lalu pergi mencari kelasku.
Setelah aku menemukan kelasku, aku mencari tempat duduk yang kosong dan aku menemukan tempat duduk yang strategis.
“hai” sapaku pada gadis yang duduk disebelahku
“naneun lee jieun imnida, neo ireumi mwoeyo?” tanyaku dengan senyum mengembang.
Gadis itu menoleh kearahku dan jujur saja tatapan matanya membuatku sedikit takut, tampaknya dia tidak mudah didekati.
“nae ireumeun park jiyeon imnida” jawabnya sambil sedikit tersenyum.dan aku menghela nafas lega ternyata dia tak seperti yang aku sangka.
“wae jieun-ssi?” tanyanya
“aniyo, jiyeon-ah” jawabku dengan senyum kaku
Dia hanya menjawab dengan ber oh ria.
“oh iya sebenarnya barusan aku takut dengan tatapan matamu, aku kira kau akan memarahiku” kataku jujur, jiyeon hanya menatapku dengan tatapan yang tidak aku mengerti apa maksudnya.
“hahahahahaah kau lucu jieun-ah, kau takut padaku?aku hanya terkejut karena kau tiba-tiba mengajaku berkenalan” katanya dan akupun tertawa sambil menggaruk kepalaku yang tak gatal.
Lee jieun POV end

Makin hari Jiyeon dan jieun makin akrab dan mereka selalu berdua, kekantin pulang sekolah, bahkan mereka selalu ngobrol ditelepon sampai malam.
Pagi itu jiyeon tidak melihat jieun dibangkunya, karena dia pikir tak biasanya tas jieun tak ada dibangkunya. Jiyeon pun duduk sambil melihat bangku jieun “kemana jieun ya?” gumannya
Tiba-tiba sebuah suara membuyarkan lamunananya “kau mencari temanmu ya?”
Jiyeon yang merasa sangat kenal dengan suara itupun menoleh dan menatap sinis pada orang itu.
“bukan urusanmu” jawab jiyeon sinis lalu beranjak dari bangkunya karena dia memang tak mau berlama-lama dengan orang itu, bukan karena dia benci tapi dia malas meladeni orang itu yang tak lain adalah youngmin.
“apa aku harus mengatakan pada teman barumu itu agar berhati-hati denganmu, karena bisa saja dia dibuang oleh mu kalau kau bosan”
Jiyeon hanya menunduk dan mengepalkan tangannya mendengar kata-kata yang keluar dari mulut youngmin,dan sekarang dia sedang menahan air matanya agar tak jatuh didepan youngmin. Sakit itulah yang jiyeon rasakan sekarang. Tanpa berkata apa-apa jiyeon berlari keluar kelas dan menuju taman belakang sekolah. Dia duduk disebuah bangku dan menatap langit dan air mata yang dari tadi dia tahan pun sudah tak bisa ditahan lagi dan sekarang dia sedang menangis lumayan keras.
“apa sebegitu bencikah kau padaku youngmin-ah?” lirihnya sambil menutup wajahnya.
“kenapa perempuan itu selalu saja menangis sangat keras dan mengganggu orang?” jiyeon yang mendengar suara itu berdiri dan melihat kesekelilingnya mencari sumber suara itu. Tapi kemudian dia merasakan seseorang menepuk bahunya dari belakang.
“kau mencariku agesshi?” tanya orang itu
“ka ka kau?si siapa?” Tanya jiyeon gugup
“apa kau tidak lihat aku memakai seragam yang sama denganmu?” jawabnya dengan muka datar.
Jiyeon lalu membungkuk dan meminta maaf
“mianhae kalau suara tangisanku mengganggumu”
“gwaenchana, lagipula ini sudah mau bel jadi sudah waktunya aku kembali ke kelas” kata orang itu masih dengan wajah datarnya. Lalu pergi meninggalkan jiyeon, karena sadar jiyeon terus terdiam memandangi punggungnya. Orang itupun berhenti lalu mengatakan sesuatu.
“kalau kau masih berdiri seperti itu memandangi punggungku, kau akan terlambat. Bukanya kelasmu pelajaran Park songsaengnim”
Jiyeon yang mendengar nama Park songsaengnim langsung membulatkan matanya dan berlari menuju kelasnya.
**********
Dikelas jiyeon yang sedang memperhatikan pelajaran Park songsaengnim dengan serius tiba-tiba mendengar suara yang memanggilnya, dan siapa lagi sumber suara itu kalau bukan suara jieun sahabatnya.
“jiyeon-ah tadi kau kemana?” Tanya jieun dengan suara pelan, karena kalau ketahuan tidak memperhatikan pelajarannya, maka habislah jieun.
“ketaman belakang” jawab jiyeon sambil matanya masih lurus kedepan, karena dia tak ingin mengambil resiko dimarahi.
“untuk apa kau kesana? Apa kau janji bertemu dengan seseorang diam-diam disana?kenapa tak mengajaku?aku meneleponmu, karena tak biasanya kau tak ada tapi tasmu ada” kata jieun yang tampaknya khawatir dengan temanya itu. Tapi jiyeon seakan tak menghiraukan perkataanya dan membuat jieun memanyunkan bibirnya.
Tapi kemudian jieun merasakan sesuatu meluncur di kepalanya “aww, siapa yang berani melempariku?” teriak jieun, dan membuat semua orang dikelas melihat kearahnya.
“lee jieun-ssi aku yang melemparmu” kata Park songsaengnim sambil menatap jieun tajam, dan dia bisa melihat bayangan dirinya yang sedang memegang ember dan alat pel.
“lee jieun-ssi tampaknya rumput dihalaman kita sudah panjang, jadi… .”
“ baik songsaengnim, laksanakan saya akan memotongi rumput itu” potong jieun dan langsung berlari keluar.
Park songsaengnim yang melihat jieun berlari langsung menggelengkan kepalanya “ siapa juga yang menyuruh dia memotongi rumput? Aku kan hanya mau menyuruh dia memanggil kim ahjussi supaya dia memotongi rumput itu” batin Park songsaengnim.
“baiklah kita lanjutkan pelajarannya “ kata Park songsaengnim.

Jieun POV
“lee jieun-ssi tampaknya rumput dihalaman kita sudah panjang, jadi… .”
“ baik songsaengnim, laksanakan saya akan memotongi rumput itu” kataku pada Park songsaengnim.
Aku sudah tahu kalau akan begini jadinya, oh my God sekarang aku sedang memotongi rumput dihalaman sekolahku,bagaimana kalau my hero melihatku? Karena aku bosan jadi aku memutskan memotong rumput-rumput sialan ini sambil menyanyi.
Monday, Better day
cheoeumcheoreom seolleineun geureon nal
Sunday, Better day
jongil neoman saenggakhaneun geureon nal

yoksimi na, uri sai yomankeumman deo gakkai
ttak han baljjak, geumankeum deo gakkai
honjatmari, soksagimi
neodo gunggeumhal sun itjanha

nega johaseo geurae, na chagaun cheok pyojeong jitgo itjiman
nae maeumeun geuge aninde geojitmarinde
babo gateun nega nan dapdaphae
neomu johaseo geurae, na simurukhan eolgulhago itjiman
tto gidarida, gominman hada
heulleoganeun haru kkeuteseo haneun mal
naega neol saranghae

“wah wah suaramu bagus sekali jieun-ah” terdengar seseorang memuji suaraku sambil bertepuk tangan. Aku sangat kenal suara ini dan ketika aku menoleh kearah suara itu dan tersenyum padanya.
“aku tak butuh pujian, cepat berikan aku bayaran” kataku pada minhyuk sanbae.
Yah, minhyuk oppa ini orang yang waktu itu menolongku sewaktu kepalaku ini menabrak tiang sekolah karena terpesona dengan my hero. Sejak dia menolongku waktu itu kami jadi dekat dan sering mengobrol.
“baiklah aku akan membayarmu dengan bekal makananku” katanya sambil tersenyum dan membetulkan kacamatanya.(bayangin za minhyuk di heart string)
“eh oppa, kenapa kau ada disini?apa kau tak ada guru?” tanyaku
“ada tapi ini kan sudah waktunya jam istirahat jieun-ah” katanya dan aku langsung melihat kesekelilingku dan banyak sekali orang. Tapi kenapa mereka melihatku lalu tertawa.
“kau kenapa jieun-ah?” Tanya minhyuk sanbae sambil menggerakan tangannya didepan mataku.
“apa mereka menertawakanku?” tanyaku polos pada minhyuk sanbae
“tentu saja, jieun pabo mana mungkin mereka menertawakan minhyuk sanbae” tiba-tiba jiyeon datang menghampiriku dan minhyuk sanbae, kemudian dia memberiku air mineral.
“jiyeon-ah memangnya kenapa mereka menertawakanku? “ jujur saja aku memang tak mengerti apa ada yang salah denganku atau dengan dandananku sehingga mereka menertawakanku.
Bukannya menjawab pertanyaanku, jiyeon dan minhyuk oppa malah tertawa keras.
“ya lee jieun sayang kau tak sadar kah tadi kau menyanyi sangat keras, sampai terdengar kekelas kita” kata jiyeon sambil merangkulku.
“mwo?” kata ku kaget, aku pun langsung menundukkan kepalaku karena malu. dan bagaimana kalau my hero mendengarnya, aishhh aku pasti akan malu .
“umma tolonglah anakmu ini”batinku dalam hati
Lee jieun POV end

“ayo kita kekantin” ajak minhyuk pada jiyeon dan jieun.
Sesampainya dikantin mereka mencari tempat duduk yang kosong, dan tampaknya mereka tidak beruntung karena kantin penuh.tiba-tiba ada yang memanggil jiyeon
“jiyeon-ah sini” dan mereka bertigapun melihat orang yang memanggil jiyeon dan ternyata itu kwangmin. Kwangmin langsung menghampiri jieun dan menarik tangannya untuk duduk dengannya, tapi jiyeon menahan tangan kwangmin, karena dia melihat seseorang yang duduk dengan kwangmin. Ya orang itu adalah kembaran kwangmin yaitu youngmin, orang yang sangat benci padanya.
“sudahlah kwangmin tak usah, lagipula aku akan kembali kekelas” tolak jiyeon.
Jieun dan minhyuk hanya bisa saling pandang seakan mengerti kenapa jiyeon menolak ajakan kwangmin.
“sudahlah kwangmin-ah kau jangan memaksa orang yang tidak mau. lagipula untuk apa kau mempedulikan orang seperti dia, tak ada gunanya. melihat mukanya saja membuatku muak” kata youngmin sinis sambil meminum minumannya.
“baiklah jiyeon-ah kalau kau tak mau” pasrah kwangmin tapi disertai senyuman. Betapa baiknya kwangmin, Dan dia memang sangat baik pada jiyeon dari dulu. Begitu juga youngmin tapi semuanya berubah kini.
Setelah jiyeon pergi kwangmin duduk dan memandangi youngmin tajam
“wae?” Tanya youngmin datar.
“aku muak melihatmu” kata kwangmin
“terserah kau saja” balas youngmin santai
“cih, kau kekanak-kanakan” kata kwangmin lalu pergi meninggalkan kembarannya.
“kau tak mengerti bagaimana perasaanku kwang, jadi kau bisa bilang seperti itu” kata youngmin lirih dan pelan,tapi tampaknya kata-kata youngmin masih bisa didengar jelas oleh kwangmin.

…………….To be continue…………….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s